Biaya Haji Tahun Ini Turun

Ditulis 06 Sep 2010 - 12:46 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Beruntunglah bagi calon haji yang berangkat ke tanah suci tahun ini. Sebab, biaya haji tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan
dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu untuk Embarkasi Solo dibebani biaya
hingga US $ 3.407 atau sekitar Rp. 34 – 35 juta, tahun ini turun menjadi US $
3.327 atau sekitar Rp. 29 – 30 juta.
“Penurunan ini disebabkan dua hal. Yang pertama dolar mengalami penurunan. Dan
yang kedua, adanya optimalisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hasil
kesepakatan eksekutif dan legislatif di pemerintahan pusat,” ujar Kepala Seksi
Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga Syamsul
Bahri melalui bawahannya, Mutassim Ridho, Senin (6/9).
Dasar pembiayaan haji tahun ini mengacu pada Peraturan Presiden RI No. 51 Tahun
2010 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1431 H/ 2010 M. Dalam peraturan itu disebutkan, biaya haji yang dimaksud mencakup biaya penerbangan haji, biaya pelayanan umum (general service fee) untuk Kerajaan Arab Saudi, biaya pemondokan di Makkah dan Madinah serta biaya hidup (living cost). Biaya itu belum termasuk biaya asuransi senilai Rp. 100 ribu.

“Biaya haji memang selalu berubah-ubah tiap tahun. Setiap tahun pemerintah
selalu menetapkan peraturan baru sebagai dasarnya. Mudah-mudahan dengan turunnya biaya haji tahun ini, calon haji bisa memanfaatkan sisa tabungannya untuk keutuhan lainnya,” ujarnya.

Pemberangkatan Haji
Syamsul memperkirakan pemberangkatan haji kloter pertama di 11 embarkasi se-Indonesia akan dilaksanakan 13 Oktober 2010. Pengundian nomor kloter akan dilakukan di masing-masing kanwil pada bulan September ini seusai lebaran. Umumnya Purbalingga mendapat jatah 2 kloter, berdasarkan jumlah calon haji yang diberangkatkan.

Untuk menjaga kelancaran dan melayani kebutuhan calon haji Purbalingga selama di
tanah suci, Pemkab Purbalingga mengutus satu tim yang terdiri dari seorang
Tenaga Pemandu Haji Indonesia (TPHI), seorang Tenaga Pembimbing Ibadah Haji
(TPIHI), seorang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan dua orang paramedis.

“Khusus untuk TPHI dan TPIHI, ada syarat pokok yaitu sarjana agama yang sudah pernah beribadah haji. Selanjutnya mereka akan mengikuti serangkaian seleksi yang ketat. Hal yang sama juga dilakukan untuk TKHI dan paramedisnya di bawah kementrian kesehatan. Ini semua untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada mereka yang berhaji,” imbuhnya. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response