USAID Jajaki Kerjasama dengan Pemkab Banjarnegara

BANJARNEGARA – Bertempat di ruang Rapat Sekda, para pengampu Program Pendidikan Dasar yang terdesentralisasi United States Agency for International Development (USAID) melalui program pembelajaran Decentralized Basic Education 2 (DBE2), beraudiensi dengan Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd.  Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan adanya kerjasama pengembangan mutu pendidikan dasar, terutama TK – SD, dengan menerapkan praktek-praktek terbaik program DBE.

“Jadi kita berencana untuk menstranformasi keunggulan program terbaik DBE dalam meningkatkan mutu pendidikan kepada dunia pendidikan Kabupaten Banjarnegara” kata Vincent P Costa dari USAID.

Tawaran kerjasama ini, lanjutnya, direncanakan untuk pelaksanaan tahun 2010. Sementara untuk tahun berikut dapat dilakukan pembahasan selanjutnya. Oleh karena keterbatasan dana, sambung Vincent, maka bantuan yang akan diberikan oleh DBE USAID ini berupa bantuan teknis dan fasilitasi pelatihan. “Selain itu, anggaran instruktur dan pelatih selama program transformasi berlangsung tetap akan ditanggung oleh DBE USAID” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut Tim DBE USAID dari Jakarta dan Jateng, Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya, Anggota Komisi D DPRD, dan Ketua Dewan Pendidikan.

Lebih lanjut Vincent menjelaskan bahwa program DBE USAID berlangsung dari tahun 2005 – 2010 dan terselenggara di 7 propinsi, salah satunya Jawa Tengah. Di Jawa Tengah ada 9 kabupaten yang memperoleh program ini yaitu Purworejo, Klaten, Blora, Kudus, Demak, Karanganyar, Jepara, Purwodadi dan Boyolali. “Banjarnegara tidak tercantum dalam program. Namun demikian, sebagai penghargaan atas keterlibatan dua orang mitra professional dalam program USAID Jawa Tengah yang berasal dari Banjarnegara, kami mengajukan tawaran kerjasama ini” katanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dindikpora) Winarso Wiwit Sulistyo, S.Sos , MM berdasar pertimbangan kemampuan daerah dan potensi yang ada, maka Banjarnegara akan mengajukan tawaran kerjasama dalam tiga program dari delapan Program terbaik DBE 2. Pertama adalah peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) dengan program Pusat Sumber Belajar Gugus, kedua kerjasama Laporan Mutu Sekolah (LMS) dan ketiga adalah kerjasama Program Membaca. “Jika memungkinkan, ketiga program tersebut masih ditambah program pengembangan kapasitas Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd., menyatakan bahwa program yang ditawarkan sangat baik karena terbukti sudah berhasil di sejumlah propinsi dan daerah. Yang penting ketika kita mengambil putusan untuk mengabdosi ilmunya jangan sampai menganggu anggaran yang ada. Hal ini berkait dengan keterbatasan anggaran dalam APBD.

Karena itu, Ia berharap program-program apa yang akan diambil oleh Dinas Pendidikan beserta Dinas terkait telah melewati kajian terlebih dahulu. “Kalau memungkinkan pilih program yang mendukung atau bersinergi dengan program yang ada, sehingga akan memperkuat dan lebih efisien dalam pembiayaan” katanya.

Syamsudin juga setuju bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan prioritas pelatihan terhadap guru-guru. Peluang yang ada dari tawaran USAID di tahun 2010, katanya, untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Segera buat proposal dan tentukan waktunya” katanya. (BNC/eko)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.