Jelang Lebaran Jenang Salak Banjarnegara Kebanjiran Pesanan

jenanang

JENANG atau dodol biasanya bahan dasar utamanya tepung terigu. Bagaimana jika makanan tersebut bahan dasarnya buah salak? Itulah jenang salak asal Madukara Banjarnegara Jawa Tengah yang sudah mampu tembus ke pasar luar negeri. Menjelang lebaran, produsen jenang salak ini kewalahan karena kebanjiran pesanan.

Azizah (43) warga Madukara Banjarnegara ini mengelola usaha membuat makanan yang semuanya berbahan dasar salak, salah satunya adalah jenang salak..

Untuk proses pembuatan dan bahan bakunya buah salak, gula kelapa, garam dan tepung ketan . Sebelum dicampur dengan bahan lain, salak dikupas kulitnya dan dihaluskan. Setelah itu dicampur dan kemudian dipanaskan dalam satu wajan besar,serta diaduk terus menerus.

PEMBUNGKUSAN: Jenang salak dibungkus plastik (foto:nis/BNC)
PEMBUNGKUSAN: Jenang salak dibungkus plastik (foto:nis/BNC)

Setelah mengental, kemudian dibiarkan hingga selama sepuluh jam. Setelah kenyal, bahan yang sudah berbentuk jenang ini diiris iris ukuran kecil. Proses selanjutnya dikemas dalam plastik sesuai ukuran.

Ciri khas jenang salak madukara ini  selain empuk dan rasa manisnya yang pas, jenang ini berorama wangi manggar atau kembang kelapa.

Dalam sehari Azizah mampu memproduksi satu kuintal salak dan menghasilkan 40 kilogram jenang. Untuk satu kuintal salak dibutuhkan 10 kilogram gula, 10 kuintal beras ketan dan 10 butir kelapa. Namun menjelang lebaran produksi jenang salak ini meningkat hingga 70 persen. Karena keterbatasan karyawan, produksi jenang milik azizah ini tak mampu memenuhi pesanan.

Ny Azizah,pemilik usaha Jenang Salak (foto:nis/BNC)
Ny Azizah,pemilik usaha Jenang Salak (foto:nis/BNC)

Kami benar benar kewalahan menjelang lebaran ini. Karena maklsum keterbatasan karyawan yang kami miliki,”tutur Azizah.

Harga jenang ini relatif terjangkau.. Satu kilogram seharga 20 ribu rupiah. Ssatu toples yang berisi 57 butir atau setengah kilogram harganya 10 ribu rupiah. Sementara untuk satu plastik kecil hanya lima ribu rupiah.

ADONAN: Setelah ditumbuk halus, salak kemudian direbus dan diadonan selama 10 jam (foto:nis/BNC)
ADONAN: Setelah ditumbuk halus, salak kemudian direbus dan diadonan selama 10 jam (foto:nis/BNC)

selain memproduksi jenang, Azizah juga membuat keripik dan sirup salak. Semula hasil karya warga  Madukara ini hanya beredar di pasaran lokal seperti Banyumas ,Brebes,Tegal Jakarta dan Lampung. Namun kini sudah merambah ke luar negeri seperti Malaysia,Singapura,Brunai,Aarab hingga Amerika. (Anis Mutiarra Sitohar/ BanyumasNews.Com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.