22 Agustus, Prosesi Hari Jadi Banjarnegara ke – 179

BANJARNEGARA – Seperti pada penyelenggaraan tahun lalu prosesi Hari Jadi Ke-179 Kabupaten Banjarnegara yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 20010 juga dalam nuansa bulan Ramadhan. Meski bertepatan dengan jatuhnya bulan puasa,  namun kirab prosesi hari jadi   tetap dilaksanakan seperti pelaksanaan tahun sebelumnya.

Prosesi Hari Jadi ke-179 Kabupaten Banjarnegara akan diawali dengan doa bersama dan sholat tarawih serta pengajian oleh KH Muhammad Iqbal di Desa Banjarkulon pada hari Sabtu malam (21/8). Pada pagi harinya Minggu (22/8) dilanjutkan dengan kirab panji lambang daerah yang dimulai pada jam 08.00 pagi dari pendapa Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu menuju pendapa Dipayudha Adigraha Banjarnegara.

Prosesi hari jadi akan diawali dengan kata-kata pelepasan oleh kepala Desa Banjarkulon H. Sunaryo BA atas nama masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan  panji lambang daerah dan bendera merah putih dari ketua DPRD Wahyu Kristanto SE kepada Bupati Drs. Ir. Djasri MM MT dan Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Soehardjo MM.

Ketua DPRD digambarkan pada saat itu  sebagai masyarakat yang menyerahkan ibu kota kabupaten yang dilambangkan dengan panji daerah dari Banjarkulon ke Banjarnegara kepada bupati.

Prosesi hari jadi adalah bagian dari Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara yang merupakan salah satu “ritual”  penting  dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara.

Prosesi sendiri bermakna proses penyerahan “Panji Lambang Daerah” oleh Ketua DPRD kepada Bupati Banjarnegara yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan proses penyerahan amanah rakyat kepada pengemban amanah yang dalam hal ini adalah Bupati Banjarnegara.

Sedangkan Panji Lambang daerah merupakan gambaran bentuk umbe rampe atau harta serta peralatan yang akan diboyong ke kabupaten yang baru.

Pada  saat penyerahan tersebut ketua DPRD menyampaikan sepatah kata yang bermakna permintaan rakyat kepada bupati  yang berharap setelah berpindah ibu kotanya Banjarnegara akan lebih makmur serta bisa memakmurkan masyarakat Banjarnegara. Sedangkan penyerahan bendera merah putih merupakan lambang bahwa kabupaten Banjarnegara merupakan bagian  dari Negara kesatuan republik Indonesia.

Dalam prosesi hari jadi juga dibawa pusaka yang berbentuk  tombak yang  menggambarkan satu kekuatan yang siap membela masyarakat, sedangkan payung merupakan perlambang pengayom atau perlindungan kepada masyarakat.

Jika merunut sejarah memang pusaka dan panji lambang daerah tersebut seharusnya dibawa dengan berjalan kaki, namun seiring perkembangan jaman maka disederhanakan dengan mengendarai dokar yang merupakan kendaraan tradisional jaman dulu.

Dengan menggunakan dokar panji lambang daerah tersebut di bawa ke Banjarnegara yang diiringi oleh sekitar 100 dokar yang secara berurutan. Secara berurutan oleh bupati , wakil bupati, sekretaris daerah, ketua DPRD, anggota DPRD dan kepala dinas serta kepala SKPD menuju Banjarnegara menggunakan dokar yang melambangkan panji lambang daerah kepindahan ibu kota diikuti oleh bupati dan para punggawa kabupaten.

Dalam prosesi hari jadi ke 179 ini usai mengendarai dokar rombongan berhenti dan bersiap di depan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Banjarnegara  menuju ke Pendopo Dipayuda Adigraha.

Rombongan tersebut berturut turut terdiri dari cucuk lampah atau penunjuk jalan. Cucuk lampah dilambangkan sebagai prajurit atau punggawa pemerintah sebagai penunjuk jalan.

Dibelakang cucuk lampah adalah Manggala yudha atau pimpinan rombongan yang diibaratkan sebagai pemimpin pasukan, dibelakangnya adalah pembawa pusaka yang di kawal oleh prajurit .

Kemudian dibelakangnya pembawa gambar Bupati Banjarnegara yang dibawa oleh 22 prajurit sesuai dengan pejabat bupati yang telah menjadi bupati sejak berdirinya Banjarnegara pada tahun 1831. Sedangkan pusaka yang di kawal oleh prajurit berada di belakangnya. Memang semua barisan merupakan aksesoris belaka yang merupakan gambaran pada waktu prosesi kepindahan Banjarnegara dulu.

Dibelakangnya adalah gunungan berisi hasil bumi Banjarnegara yang merupakan perlambang kemakmuran Kabupaten Banjarnegara, biasanya gunungan tersebut menjadi rebutan warga yang menyaksikan prosesi hari jadi tersebut. Rebutan gunungan tersebut dilaksanakan di jalan dipayudha tepatnya didepan pintu gerbang pendopo.

Berebut gunungan juga digambarkan sebagai rasa cita masyarakat atas kepindahan Kabupaten Banjarnegara dari Banjarkulon, makna lain adalah masyarakat ikut merasakan kemakmuran.

Di depan pendapa bupati dan wakil bupati kembali menerima panji lambang daerah dan bendera merah putih dari prajurit (petugas) untuk kemudian ditempatkan di tempat yang telah disediakan. Hal tersebut melambangkan bahwa pusaka kabupaten telah di tempatkan di tempat yang baru tepatnya di kabupaten yang baru.

Sementara sekretaris daerah diikuti asisten II dan III menempatkan pusaka di sebelah panji lambang daerah dan bendera merah putih.

Acara prosesi diakhiri dengan sidang paripurna DPRD. Sidang tersebut menggambarkan pada saat itu merupakan berdirinya pemerintahan Banjarnegara di tempat yang baru.

Puncak acara peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke 179 akan di gelar pengajian akbar dan pentas seni kyai kanjeng dengan penceramah Emha Ainun Najib dan Ustad Budi Harjono di alun-alun Banjarnegara pada hari senin malam (23/8) yang akan dimulai pada jam 20.00 WIB. (BNC/eko/humas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.