Kementerian Pertanian Lepas 61 Varietas Padi Hibrida

Purbalingga – Untuk meningkatkan produktivitas padi, Kementerian Pertanian (kementan) RI telah melepas 61 varietas padi hibrida yang ditanam di berbagai lokasi. Selain itu, Kementan juga telah melepas sekitar 300 varietas padi non-hibrida yang disesuaikan dengan kondisi lokal areal pertanaman.

panen padi jetis-BNC“Hampir semua varietas padi hibrida, produktivitasnya mampu meningkat sekitar 20 persen atau lebih jika dibandingkan dengan varietas padi non hibrida,” kata Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Ir Rahman Pinem, MM disela-sela melakukan panen perdana padi hibrida Hipa 5 CEVA di Kelompok Tani ‘Subur Tani Utama’, Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga (Jateng), Sabtu (7/8).

Dikatakan Rahman Pinem, untuk menunjang keberhasilan implementasi pengembangan padi hibrida oleh petani maupun kelompok tani, pihaknya melakukan pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh, peneliti dan pengamat hama.

“Selain itu, sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada petani, juga telah diberikan fasilitasi maupun bantuan serta bimbingan terutama bantuan benih melalui Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) di areal Sekolah Lapang Pengelolaan Penerapan Tanaman (SL-PPT) maupun non SL-PPT,” kata Rahman Pinem.

Fasilitasi tersebut, jelas Rahman, untuk padi non hibrida seluas 2 juta hektar, padi hibrida 400 ribu hektar, padi lahan kering 300 ribu hektar, jagung hibrida 300 ribu hektar, kedelai 385 ribu hektar, dan kacang tanah seluas 6.400 hektar.

Ir Rahman Pinem MM -Direktur Perbenihan Deptan RI
Ir Rahman Pinem MM -Direktur Perbenihan Deptan RI

“Khusus untuk Kabupaten Purbalingga pada tahun 2010 ini dialokasikan BLBU padi non hibrida seluas 8.000 hektar, padi hibrida 1.000 hektar, dan kacang tanah seluas 500 hektar,” kata Rahman Pinem.

Rahman Pinem menambahkan, selain BLBU, pemerintah juga memberikan fasilitasi penyediaan subsidi untuk pupuk urea, SP-36/Superphos, ZA, NPK, dan pupuk organik, bantuan peralatan pra dan pasca panen, pengamanan harga melalui HPP dan penguatan modal petani melalui dana KKP-E dan KUR.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga Ir Lily Purwati mengatakan, demplot padi Hibrida 5 CEVA dilakukan pada lahan seluas 10 hektar hasil kerjasama PT Pertani dan kelompok tani ‘Subur Utama’ Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon.  Varietas padi HIbrida HIPA 5 CEVA memiliki potensi hasil cukup tinggi yakni 8,4 ton per hektar dan tahan terhadap serangan hama wereng coklat biotipe 2.

“Potensi produksi padi hibrida ini ternyata melebihi perkiraan. Hasil ubinan pada panen perdana diketahui mampu mencapai 10,32 ton Gabah Kering Panen (GKP),” kata Lily. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.