Inilah rencana BI soal redenominasi rupiah

Ditulis 04 Agu 2010 - 08:09 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
51
Dalam Tag

Jakarta – Akhir-akhir ini masyarakat dikejutkan dengan rencana BI soal rencana Bank Indonesia (BI) melakukan redenominasi rupiah. Ada yang menyalahartikan sebagai pemotongan nilai uang atau sanering, dan hal ini sudah dibantah oleh BI bahwa redenominasi sama sekali bukan sanering. Nah bagaimana rencana itu lebih jelasnya? BNC mencoba merangkum dari berbagai sumber.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas selesai di 2022.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

“Redenominasi adalah proses penyederhanaan penyebutan satuan harga dan nilai. Rencananya dibutuhkan waktu 10 tahun,” jelas Darmin.

Ia memaparkan, redenominasi akan dimulai pada tahun 2011 dimana pada tahap pertama dilakukan tahapan sosialisasi sampai dengan tahun 2012.

“Kemudian dilakukan redenominasi tersebut pada 2013 yang merupakan masa transisi sampai 2015,” katanya.

Pada masa transisi Darmin menjelaskan akan digunakan dua penilaian atau dua kuotasi yang tertuang dalam undang-undang.

Misalnya, lanjut Darmin, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.

“Pada masa transisi tersebut maka akan berlaku kedua-duanya rupiah baru dan rupiah lama. Masyarakat boleh bebas memilih,” tutur Darmin.

“Misalkan lagi kalau beli sepatu harga Rp 300.000 maka kita bisa bayar pakai uang rupiah baru Rp 300 atau tetap rupiah lama Rp 300.000. Nanti pun uang rupiah baru akan dicetak atau dicap bertandakan rupiah baru,” imbuh Darmin.

“Masa transisi ini dilakukan selama 3 tahun dari 2013 sampai 2015.

Setelah masa transisi dilakukan, Darmin kemudian menjelaskan pada tahun 2016-2018 dilakukan penarikan uang rupiah lama sampai habis.

“Dan pada 2019 sampai 2022 tulisan cap ‘baru’ pada uang rupiah baru akab dihapus dan nilai rupiah akan semakin tinggi nilainya,” tukasnya.

Nah, kita tunggu apakah rencana itu terealisir karena baru merupakan kajian BI dan harus mendapat persetujuan presiden dan tentu saja DPR (BNC/ist)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. bocah 09/08/2010 pukul 12:23 -

    bgus bnget rencana na,,,
    aku setuju biar indonesia makin merdeka

Leave A Response