37 PNS Purna Tugas Terima Penghargaan dan Uang Santunan

Ditulis 30 Jul 2010 - 19:55 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – 37 PNS dan PTT yang memasuki Purna Tugas pada bulan Juli 2010, bertempat di Aula BKD, Jumat siang (30/07) menerima penghargaan dan Uang Santunan dari Pemkab Banjarnegara. “Mereka terdiri dari 29 PNS yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP), 2 orang Pensiun dipercepat, 4 orang pensiun duda, 2 orang PTT dengan masa kerja 24 tahun 01 bulan serta masa kerja 11 tahun 08 bulan” urai Kepala BKD melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Budi Santoso, SH, usai diselenggarakannya kegiatan.

Bagi PNS yang pensiun sampai memenuhi BUP, lanjutnya, akan menerima santunan dengan besaran Rp 2.000.000;- (dua juta rupiah) per orang. Untuk pensiun dipercepat dan pensiun duda, katanya, besar uang santunan sama yaitu Rp 1.500.000 per orang. Demikian juga untuk PTT, masa kerja ikut diperhitungkan untuk menentukan besaran uang pensiun. “Contoh pemberian santunan untuk PTT dengan masa kerja 24 tahun diberikan uang santunan Rp 2.000.000-, sedangkan untuk PTT dengan masa kerja 11 tahun 08 bulan besarnya Rp 1.500.000;-” katanya.

Pensiun dipercepat, lanjutnya, bisa dilakukan apabila seorang pegawai telah berusia 50 tahun dengan masa kerja sejak CPNS telah mencapai 20 tahun. Alasan sakit juga dapat dilakukan, tetapi dengan minimal masa kerja 4 tahun sejak CPNS. Selain itu juga karena meninggal dunia dan karena tewas. “Alasan tewas mengartikan seorang pegawai meninggal dalam tugas. Bila ini yang terjadi Ia akan mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat” katanya.

Budi menambahkan saat ini jumlah PNS di Banjarnegara mencapai 11.200 orang. Setiap tahun ada kurang lebih 400 orang pegawai yang memasuki Purna Tugas. Rata-rata kurang lebih, 20 sampai 30 orang pegawai per bulannya. Sementara pemenuhan pegawai pengganti dilakukan dengan cara penerimaan formasi CPNS baru yang mencapai lebih kurang 200 orang setiap perekrutannya. Berimbang antara yang keluar dengan yang masuk. “Jadi masih seperti tambal sulam” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Budi, ada formasi-formasi pegawai yang masih saja sulit untuk dipenuhi. Bahkan meski kebutuhan akan formasi tersebut termasuk penting untuk kesempurnaan penyelenggaraan pelayanan. Contohnya adalah formasi dokter spesialis anak. Pihak Pemkab sendiri telah melakukan berbagai upaya agar posisi ini menarik, tetapi sayang upaya ini belum banyak berhasil. “Formasi dokter spesialis anak ini selalu dibuka pada saat perekrutan CPNS. Sayangnya selalu saja kosong tidak ada yang mendaftar” katanya.

Hal ini Ia singgung karena kebetulan salah seorang PNS Purna Tugas adalah dokter spesialis anak yang memang sangat dibutuhkan di Banjarnegara. Karena urgensinya, keahlian beliau masih dibutuhkan oleh Rumah Sakit. Sejumlah upaya tengah ditempuh untuk mengatasi masalah ini. “Memang sejumlah dokter sekarang tengah menempuh pendidikan spesialis anak dengan biaya dari Depkes. Masalahnya, usai pendidikan kita tidak tahu mereka akan ditempatkan dimana?” katanya.

Sementara itu, Tentrem Hastuti, jabatan terakhir Lurah Wangon, salah seorang penerima penghargaan dan uang santunan menyatakan terima kasihnya atas tali asih semacam ini. “Kami jadi merasa terbantukan dan merasa masih dihargai” ujarnya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response