SDN 1 Arenan, Dikenal Lewat Group Rebana dan Juara Mendongeng

Ditulis 25 Jul 2010 - 21:32 oleh Banyumas1

SD arenanPURBALINGGA–Menengok keberadaan SDN 1 Arenan, sungguh keprihatinan yang ada. Betapa tidak? Jika hujan tiba, jalan menuju ke SD yang berada di pelosok itu licin dan becek. Jalan menuju ke SD itu memang belum beraspal mulus.    Sehingga jika tidak hati-hati, bisa terpeleset.
“Beginilah kondisi sekolah kami,” ujar Mugilastuti , S.Pd , kepala sekolah SDN 1 Arenan kepada Banyumasnews.com, Sabtu (24/7).

Dengan keterbatasan yang ada, ditambah suatu kondisi di mana 75 persen dari 137 murid SDN 1 Arenan ditinggal ayahnya merantau–sebagian besar ke Pulau Batam–menjadikan upaya mendidik murid-murid berbeda dengan murid-murid yang hidup bersama kedua orang tuanya. Diakui Mugilastuti, sekitar 75 persen muridnya diasuh oleh kakek dan neneknya atau family lainnya, sementara kedua orangtuanya merantau ke luar kota, rata-rata ke Pulai Batam.

“Tentu saja , anak yang diasuh oleh kakak dan neneknya atau familynya,dibanding oleh kedua orangtuanya sendiri, berbeda. Dan kami harus ekstra sabar untuk mendidik  mereka agar bisa menjadi anak mandiri, dan memiliki kelebihan di bidang akademik maupun non akademik,” ujar Mugilastuti.

Diakui, belakangan SDN 1 Arenan semakin dikenal masyarakat, karena prestasi yang dimiliknya. Yakni group rebana Raudatut Tulab dibawah asuhan Suparno, guru pendidikan Agama Islam SD setempat, sering memborong  kejuaraan. Yakni juara 1 berturut-turut selama empat tahun terakhir  di tingkat Kecamatan Kaligondang. Sedangkan di tingkat kabupaten, pernah menjadi juara kedua dan ketiga.

“Ke depan, kami bertekad bisa meraih juara 1 tingkat kabupaten, sehingga bisa maju ke tingkat propinsi,” timpal Suparno, pelatih group rebana itu yang didampingi guru lainnya, Khotimah.

Suparno menyadari, group rebana yang dibentuk tahun 2003,bermula dari serba keterbatasan. Bermodalkan Rp 3 juta, ia membeli kempreng, bedhug, dan keyboard sederhana. Dalam perkembangannya, ditambah drum seat, saron, dan gitar. “Untuk organ, sementara kami masih pinjam. Karena kalau beli sendiri, tidak mampu, mengingat harganya mahal sekitar Rp 12 juta. Sukur ada donatur yang mau memberi bantuan, kami akan sangat senang,” harap Suparno.

Group rebana Raudatut Tulab yang berarti “Taman Menuntut Ilmu”  beranggotakan murid-murid klas 3 hingga  klas enam yang sudah diseleksi. Dan berkat latihan yang intens, group ini mampu eksis untuk mendidik akhlak murid-murid SDN 1 Arenan  lewat lagu-lagu bernuansa Islami.
Banyak lagu-lagu nyang sudah dikuasai murid-murid di grup rebana ini, diantaranya Tolangal Badru, Papat Kitab, Al Qur’an, Ya Nabi Salam, dan sebagainya.

Sesungguhnya, selain dikenal lewat group rebananya, SD ini pada awal bulan Juli lalu mampu menorehkan prestasi, menyusul salah satu muridnya, Alfita Milenia Putri, yang kini masih duduk di klas 5, menjadi juara 1 mendongeng tingkat kabupaten dalam lomba mendongeng tingkat SD tahun 2010. Alfita dilatih mendongeng  oleh Khotimah, guru olah raga SD setempat.

Yang menarik, Alfita hapal puluhan dongeng, dan mampu memeragakan atraksi mendongeng dengan ekspresi yang bagus. Ia pun sering tampil di tingkat kabupaten untuk memperagakan kepiawaiannya mendongeng itu. Beberapa dongeng yang sangat disukainya, diantaranya Si Pitung Jagoan Betawi, Legenda Danau Toba, dan Ibu Kandungku Seekor Kucing.

Pada pertengahan bulan Juli lalu, Alfita mewakili Kabupaten  Purbalingga menguikuti  lomba mendongeng tingkat  Provinsi Jateng di Gedung Monumen PKK Ungaran.

Alfita  Alfita Milenia Putri, juara 1 mendongeng tingkat Kabupaten Purballingga tahun 2000, diapit kepala  sekolah SDN 1 Arenan, Mugilastuti, S.Pd (kiri) dan pelatih dongeng yang juga guru SD setempat, Khotimah (kanan).

Alfita Alfita Milenia Putri, juara 1 mendongeng tingkat Kabupaten Purballingga tahun 2000, diapit kepala sekolah SDN 1 Arenan, Mugilastuti, S.Pd (kiri) dan pelatih dongeng yang juga guru SD setempat, Khotimah (kanan).

“Saat itu, saya membawakan dongeng Si Pitung Jagoan Betawi, yang mengisahkan perjalanan Si Pitung sebagai anak yang soleh dan berani melawan penjajah Belanda. Sayang, saya hanya masuk ranking ke 12 dari 35 peserta yang mewakili kabupaten/kota di Jateng. Namun saya bertekad, lain kali bisa menjadi yang  terbaik,” ujar Alfita yang didampingi kepala sekolahnya, Mugilastuti.

Selain pintar mendongeng, Alfita–kelahiran Tanjung Pinang 6 Januari 2000 dan kedua orangtuanya kini merantau di Batam–di sekolahnya juga selalu menduduki ranking satu sejak duduk di klas  satu SD. Prestasi lain yang pernah diraih, juara sinopsis  SD tingkat Kabupaten Purbalingga.

Diakui Mugilastuti,  pihaknya kini berusaha seoptimal mungkin mengembangkan  bakat dan kemampuan yang dimiliki murid-muridnya  agar bisa mengangkat citra SDN 1 Arenan. “Kami bertekad, menjadikan sekolah ini sebagai sekolah unggulan yang bisa dibanggakan,” tekad Mugilastuti. (***)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Mas Lihin 23/01/2012 pukul 11:58 -

    Salam kenal dr kami pengrajin Rebana dr Bumiayu. Mg grupnya kian sukses sj.

  2. sinyo 17/10/2010 pukul 16:06 -

    thanks for all…..

Leave A Response