Kebangkitan Indonesia Tidak Datang Dari Jakarta

Ditulis 20 Jul 2010 - 04:01 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Bupati Triyono Budi Sasongko mengatakan kebangkitan Indonesia menuju kesejahteraan seperti yang dicita-citakan dalam UUD 1945 tidak akan datang dari Jakarta. Sebaliknya, akan muncul melalui mutiara-mutiara yang tersebar di daerah.

”Dan saya berharap, salah satu mutiara itu adalah Purbalingga melalui berbagai keberhasilan pembangunan di Purbalingga,” kata Bupati di sela-sela sambutannya pada Peresmian ’Rumah Prestasi’ di Kompleks Sanggaruli Park Kecamatan Kutasari Purbalingga, Senin  (19/7).

Menurut Bupati Triyono, terlalu sulit dan muluk untuk menggantungkan pemerintah pusat melakukan segala perubahan di daerah. Sebab, Indonesia secara geografis begitu luas, penduduknya begitu banyak dan latar belakangnya juga teramat variatif. Sementara APBN terbatas, kalaupun mampu melaksanakan banyak program bagus biasanya juga berasal dari utang luar negeri.

“Sudah saatnya kita-kita yang di daerah ini sadar, jangan terlalu ’ngarep-arep’
semua dari Jakarta. Beban Pemerirntah Pusat sudah terlalu berat dan banyak yang lebih diprioritaskan. Siapa yang bisa merubah nasib kita? Ya kita sendiri,” ujar Bupati yang tinggal hitungan hari akan menyerahkan jabatannya kepada Heru Sudjatmoko yang meraih kemenangan pada Pemilukada 18 April 2010 lalu.

Bupati Triyono yakin, jika semua kabupaten/ kota se-Indonesia mau berupaya semaksimal mungkin untuk bangkit meraih kesejahteraan untuk masyarakatnya, maka secara otomatis Indonesiapun mampu untuk bangkit menjadi bangsa yang sejahtera dan bermartabat di mata dunia.

“Rumah Prestasi’ Gambaran Prestasi Purbalingga Selama 10 tahun di bawah kepemimpinan Triyono Budi Sasongko, Purbalingga menjadi kabupaten yang sarat prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Untuk merangkum semua prestasi-prestasi yang pernah diraih sejak tahun 2000-2010, didirikanlah ’Rumah Prestasi’ di Kompleks Sanggaruli Park.

“Rumah Prestasi ini bukan hanya sebagai museum prestasi Purbalingga, tapi juga akan menjadi pusat studi bagi siapapun yang membutuhkan data segala sesuatu tentang Purbalingga,” jelas Bupati Triyono, si pencetus ide pendirian Rumah Prestasi senilai Rp. 351,24 juta yang bersumber dari APBD dan sumbangan Asosiasi Jasa Konstruksi.

“Rumah Prestasi’ yang dibangun berupa dua gedung kembar yang dihubungkan dengan selasar ini rencananya bukan hanya untuk memajang aneka simbol prestasi seperti kejuaraan, penghargaan, dokumentasi kegiatan, produk hukum dan hasil kerja masyarakat selama kepemimpinan Triyono Budi Sasongko. Tapi juga dipersiapkan untuk memajang simbol prestasi bupati-bupati selanjutnya. Bupati Triyono mengatakan, pembangunan ’Rumah Prestasi’ ini juga bertujuan untuk memotivasi kepemimpinan selanjutnya untuk lebih berprestasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati melaunching buku-buku tentang 10 tahun keberhasilan Purbalingga. Bupati juga menetapkan lokasi pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang seluruh anggarannya berasal dari APBN. Rencananya, Rusunawa yang dibangun untuk disewakan kepada para pekerja pabrik ini akan bertempat di eks terminal truk Karangmanyar, yang selama ini hanya termanfaatkan untuk latihan mengemudi.

Selain itu,  dicanangkan pula Desa Penusupan Kecamatan Rembang dan Desa Serang Kecamatan Karangreja sebagai Desa Wisata. Menurut Bupati Triyono, pencanangan kedua desa ini sebagai desa wisata untuk memacu perkembangan pariwisata di zona 2 Purbalingga, yang terdiri dari daerah-daerah pegunungan di pinggiran Purbalingga.

“Selama 10 tahun saya menjabat, saya akui, baru mengembangkan pariwisata di zona 1 seperti Kecamatan Purbalingga, Kutasari dan Bojongsari. Itu saja sudah menempatkan Desa Wisata Karangbanjar sebagai Desa Wisata Terbaik se-Indonesia, mengalahkan Bali, Lombok dan semua wilayah yang memang sudah memiliki sumber daya alam yang luar biasa indah dari Sang Pencipta. Ing ngatase Karangbanjar lho, yang tidak memili sumber daya alam seindah daerah-daerah lain di Indonesia. Apalagi kalau zona 2 dan zona 3 nanti dikembangkan, pasti akan sangat luar biasa,” ujarnya menggebu-gebu dan penuh harap. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response