Densus Tangkap Seorang Terduga Teroris di Sragen

Ditulis 20 Jul 2010 - 03:59 oleh Banyumas1

Solo – Tim Densus 88 menangkap Arifin alias Gogon,(29) seorang terduga teroris warga Jalan Adi Sumarmo, Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo (Jateng).  Gogon ditangkap ketika berada di rumah mertuanya di Dukuh Ledok, RT 22 Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Sragen.  Arifin diduga terlibat kasus peledakan hotel JW Mariot, Ritz Carlton, pelatihan militer di aceh besar serta kasus penembakan dua anggota Polsek di Purworejo

Arifin ditangkap Minggu (18/7) petang sekitar pukul 18.30 usai melaksanakan sholat magrib di Masjid Al Huda tidak jauh dari rumah mertuanya.

Arifin bersama istrinya Na’im Murniati selama ini tinggal di Solo. Sesekali Arifin kembali ke Sragen mengantar istrinya. Warga sekitar rumah mertuanya tidak menyangka jika Arifin terlibat jaringan terorisme. Warga justru merasa kagum karena  Arifin sopan dan mau menyapa warga. Arifin juga sering menjadi imam sholat saat ikut berjamaah di masjid Al Huda.

Usai memimpin sholat jamaah, Arifin berniat pulang kerumah mertuanya. Namun baru beranjak keluar dari masjid, beberapa petugas Densus 88 yang berpakaian preman langsung menangkapnya. “Beberapa petugas yang membawa senjata laras panjang langsung menangkap Arifin dan membawanya ke dalam mobil,” kata Suyono, salah seorang warga Dukuh Ledok, Senin (19/7).

Warga yang melihat langsung penangkapan Arifin mengaku kaget dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Mertua Arifin, Suparjo menuturkan, dirinya tidak tahu sama sekali sepak terjang menantunya terkait dugaan dengan jaringan teroris. Yang diketahuinya, Arifin tinggal di Solo dan bekerja sebagai pedagang di pasar. Suparjo mengaku kaget ketika ada Tim Densus yang datang dan menyerahkan surat penangkapan Arifin dengan  nomor : SP_Kap/61/VII/2010/densus tertanggal 17 Juli 2008. “Polisi datang kesini dengan tiga buah mobil dan lima sepeda motor,” kata Suparjo, Senin (19/7).

Sementara Na’im Murniati mengaku tidak tahu menahu soal keterlibatan suaminya dalam jaringan teroris. Selama ini Arifin tidak pernah pergi jauh atau hadir mengikuti jamaah pengajian tertentu. Sehari-hari Arifin bekerja sebagai pedagang serabutan. Usai berjualan, selalu kembali ke rumah. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response