60% Kematian Ibu Karena Perdarahan

Ditulis 20 Jul 2010 - 04:03 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Sekitar 60% penyebab kematian ibu melahirkan lebih karena perdarahan. Perdarahan pada masa kehamilan dan menjelang kelahiran ini umumnya terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran keluarga/ masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan perhatian terhadap ibu hamil.

”Sampai saat ini masih ada keluarga baik suami maupun orang tua ibu hamil yang bersikukuh melarang ibu hamil memeriksakan kehamilan secara rutin ke bidan dan melahirkan dengan bantuan medis. Akibatnya, kasus perdarahan seringkali terjadi dan berujung kematian,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, dr. Dyah Retnani Basuki, M.Kes saat menjadi pembicara di depan 412 ibu hamil dan 100 bidan dalam Seminar Ibu Hamil dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (17/7).

Hal serupa juga disampaikan Ketua IBI Purbalingga, Listianingsih. Menurut
Listianingsih dalam laporannya, pada kondisi gawat darurat, ibu hamil harus
mendapat penanganan segera dengan didampingi BAKSO KUDA, singkatan dari Bidan Alat, Kendaraan, Surat, Obat, Keluarga, Uang dan Darah.

Ibu hamil harus menjadi perhatian semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat dan perangkat desa. Hal ini untuk menjaga agar ibu hamil tetap sehat, selamat, bergizi cukup sehingga mampu melahirkan bayi yang sehat dan cerdas dengan lancar dan selamat.

”Untuk itu, rencananya kami akan memfasilitasi terbentuknya Paguyuban Ibu Hamil dan Menyusui. Fungsi paguyuban ini untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak bagi ibu hamil dan menyusui di tiap desa,” ungkap bidan senior bertubuh subur ini.

Purbalingga Sukses Kurangi Kematian Ibu Melahirkan Menurut data dalam Buku 10 tahun Bersama Membangun Purbalingga Perwira (2010), angka kematian ibu di Purbalingga masih di bawah angka kematian ibu secara nasional. Tahun 2008, angka kematian ibu melahirkan mencapai 109 ibu pada tiap 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2009, mengalami penurunan menjadi 103 ibu pada tiap 100.000 kelahiran hidup. Sementara angka kematian ibu melahirkan secara nasional mencapai 226 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup.

Meskipun masih relatif tinggi, Pemkab Purbalingga telah berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Menurut Bupati Triyono Budi Sasongko dalam sambutannya di kesemapatan yang sama, hal ini disebabkan kesadaran ibu hamil dan keluarganya relatif membaik. Disamping itu peran bidan desa, asisten bidan desa dan kader kesehatan serta perangkat desa setempat juga sangat mendukung upaya penyelamatan ibu hamil.

”Pemkab Purbalingga berkomitmen tinggi menurunkan angka kematian ibu. Dengan program JPKM, banyak ibu hamil berhasil diselamatkan. Bahkan khusus untuk warga miskin, ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan akan kami fasilitasi untuk dirujuk sampai ke pusat,” pungkas Bupati yang 27 Juli mendatang akan merampungkan masa jabatannya ini. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response