Karangbanjar Pemenang I Nasional Desa Wisata

Ditulis 20 Jul 2010 - 04:06 oleh Banyumas1
Ketua Desa Wisata Ahmad Sobari (kanan) memegang tropi dan piagam bersama Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si di depan Rumah Prestasi Purbalingga. (BNC/tgr)

Ketua Desa Wisata Ahmad Sobari (kanan) memegang tropi dan piagam bersama Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si di depan Rumah Prestasi Purbalingga. (BNC/tgr)

Purbalingga – Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, keluar sebagai pemenang I penghargaan desa wisata dalam rangka gerakan nasional sadar wisata dan aksi sapta pesona 2010. penghargaan diberikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir Jero Wacik, SE di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Jum’at (16/7).

Desa Karangbanjar mengalahkan 65 desa wisata se-Indonesia yang dinilai oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pemenang II diraih Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dan pemenang III diraih Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua desa Wisata Karangbanjar, H Achmad Sobari mengatakan, penilaian desa wisata dilakukan pada bulan Juni 2010 lalu. Karangbanjar semula menjadi salah satu desa dari 65 desa yang dinilai. Kemudian pada tahap II, Karangbanjar masuk dalam 11 nominator pemenang. “Akhirnya Karangbanbajr berhasil menyisihkan 64 desa lainnya dan berhasil meraih pemenang pertama,” kata Sobari.

Atas kemenangan itu, lanjut Sobari, Karangbanjar mendapat tropy dan piagam penghargaan dari Menbudpar serta uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. “Kami sangat bersyukur karena dukungan Pemerintah kabupaten Purbalingga dibawah kepemimpinan Triyono Budi sasongko, sangat all out dalam pengembangan pariwisata. Perkembangan pariwisata itu yang berimbas pada semangat warga khususnya dari desa Karangbanjar untuk ikut memberikan andil dalam sector pariuwisata,” kata Sobari.

Menurut Sobari, Desa Karangbanjar  memiliki dukungan untuk pariwisata. Tersedia 68 homestay dengan 150 kamar yang bersuasana desa. Di Karangbanjar juga tersedia aneka kerajinan rambut palsu. “Lokasi desa Karangbanjar berdekatan dengan berbagai obyek wisata seperti taman reptile, museum uang, rumah prestasi, museum wayang dan artefak, wahana pendidikan, dan Owabong,” kata Sobari sembari menambahkan desa Karangbanjar mulai berdiri  29 januari 1991.

Sobari menambahkan, untuk mendukung desa wisata, pihak pengelola mengadakan kursus bahasa Inggris selama enam bulan yang  diikuti 160 peserta bekerjsama dengan Dewina International Banyumas. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response