BPR BKK Purbalingga Salurkan Subsidi Bunga Rp 119 Juta

Purbalingga –  Hingga Juni 2010, Perusahaan Daerah Badan Perkreditan Rakyat Bank Kredit Kecamatan (PD BPR BKK) Purbalingga telah menyalurkan subsidi bunga Rp 119.116.750. Dana sebesar itu untuk mensubsidi bunga kredit sebesar Rp 1.678.500.000.

“Itu angka yang sudah disetujui pada semester satu atau hingga Juni 2010,” tutur Direktur PD BPR BKK Purbalingga, Soepardi S.Ip  di ruang kerjanya, Senin (12/7).

Penerima subsidi bunga merupakan debitur bank milik pemerintah propinsi (pemprop) Jateng dan pemerintah kabupaten (pemkab) Purbalingga itu. Paling banyak dari sector perdagangan, yakni 88 debitur dengan nilai kredit total Rp 1,335 miliar dan subsidi bunga Rp 95,5 juta.

Subsidi bunga hanya diperuntukkan bagi debitur yang memenuhi syarat dan besarnya maksimal 50 persen dari bunga pinjaman bulanan yang nilainya dua persen atau kurang dari nilai kredit. Bagi yang bunganya perbulan lebih dari dua persen, subsidi hanya diberikan maksimal satu persen saja.

“Kalau bunga kredit sebesar 1,5 persen, bisa diberikan subsidi bunga setengahnya, yakni 0,75 persen. Tapi bila bunganya mencapai 2,5 persen, misalnya, subsidi yang bisa diperoleh maksimal satu persen,” ujar Supardi.

Debitur PD BPR BKK yang memperoleh fasilitas subsidi bunga terdiri dari debitur yang mengajukan kredit pada 2009 dan 2010. Debitur tahun 2009 yang masih mendapat subsidi bunga pada 2010 sebanyak 27 orang. Debitur itu masih mendapat fasilitas subsidi bunga karena hingga angsuran Desember 2009 belum genap 12 bulan. Sedang masa angsuran debitur 2010 yang mendapat subsidi bunga ditentukan hanya hingga Desember 2010.

Karenanya, debitur yang menerima kredit pada bulan Juli dan mulai mengangsur Agustus, hanya mendapat fasilitas subsidi bunga lima bulan saja.
“Karena tidak ada jaminan tahun depan masih ada program subsidi bunga dari pemkab Purbalingga,” tambah Supardi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak 2005, pemkab Purbalingga meluncurkan program subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK). Dana itu disalurkan melalui beberapa lembaga penyalur. Tahun pertama, Pemkab Purbalingga mengalokasikan Rp 250 juta melalui APBD. Sedikitnya 50 pelaku UMK mendapat fasilitas subsidi bunga tersebut.

Tahun 2006, APBD kembali mengalokasi subsidi bunga Rp 485.700.000 dan dinikmati 218 UMK. Subsidi bunga terus bertambah hingga pada puncaknya pada 2009 pemkab Purbalingga mengalokasikan Rp 1 miliar yang memfasilitasi 2.752 UMK.

Karena alasan keterbatasan anggaran, program subsidi bunga 2010 dipangkas hingga tinggal Rp 500 juta saja. Program itupun tidak ada jaminan akan terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya.  (BNC/ost)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.