Reuni Perak Alumni SPGN Purwokerto

Ditulis 12 Jul 2010 - 19:52 oleh Banyumas1
Sebagian guru-guru SPGN Purwokerto yang masih sehat, meski diantara mereka sudah banyak yang pensiun.

Sebagian guru-guru SPGN Purwokerto yang masih sehat, meski diantara mereka sudah banyak yang pensiun.

PURWOKERTO–Meskipun sekolahnya telah dilikuidasi menjadi SMA Negeri 5 Purwokerto, namun alumni Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN Purwokerto masih memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Hal itu ditunjukkan oleh alumni SPGN Purwokerto lulusan  ke 28 tahun 1985 dalam reuni ke 25/reuni perak (1985-2010), di Aula SMAN 5 Purwokerto Jl. Gereja 20, Sabtu (10/7). Dari sekitar 320 alumni,hadir sekitar 200 alumni yang tersebar dari berbagai pelosok di Indonesia, diantaranya  dari Jakarta, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Barat.

Humas  panitia reuni perak SPGN Purwokerto luusan tahun 1985, Drs Prasetyo  mengemukakan, alumni SPGN Purwokerto tahun 1985 sebagian besar menjadi guru SD yang tersebar di berbagai daerah di tanah air, namun banyak juga yang menjadi guru SMP, SMA/SMK hingga dosen di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dan perguruan tinggi lainnya. Bahkan, ada beberapa diantaranya yang menjadi  polisi,PNS Pemda,dan PNS di lingkungan Depkumham dan Kementrian Pemuda dan Olah Raga di Jakarta.

sebagian lulusan SPG Purwokerto angkatan  1985

sebagian lulusan SPG Purwokerto angkatan 1985

Dalam reuni perak itu, hadir juga sejumlah guru SPGN Purwokerto yang masih hidup, diantarnya Drs.Eko Sumaryono, Dra Wening Indriastuti, Slamet DW, BA, Drs Aziz Judin, Rumiyati, BA, Drs. Saryanto dan Dra. Suharti. Selain diisi kangen-kangenan, reuni juga diisi aksi sosial dengan memberikan bantuan sejumlah uang kepada almarhum Suyitno, alumni SPGN Purwokerto dari Klas 3 G tahn 1985, terakhir mengajar di SD N Banjarpanepen, Kecamatan  Sumpiuh, Banyumas.

Dua bulan lalu Suyitno  meninggal dunia, karena penyakit liver kronis, meninggalkan empat anak-anak yang msih membutuhkan bantuan dana. Bahkan, salah seorang alumni dari Semarang, siap mengangkat salah satu anak almarhum  Suyitno, untuk disekolahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi sebagai anak asuh. (BNC/prs)

Sungkem untuk para guru yang sudah sepuh.

Sungkem untuk para guru yang sudah sepuh.

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. siti masitoh 05/01/2012 pukul 21:22 -

    mengingat masa” remaja yang indah, sayangnya engga ada yang ngabarin

  2. maswiet 13/07/2010 pukul 23:11 -

    silaturahmi teman lama memang menyenangkan…..
    apalagi 25 tahun waktu yang lama ternyata masih ada ikatan persaudaraan yang kuat…..

  3. SUTORO 13/07/2010 pukul 11:51 -

    …..luar biasa,,,,,klo bisa diselenggarakan semua angkatan kayapa ramenya,,,,,SELAMAT SUKSES SELALU.

  4. agr 13/07/2010 pukul 09:08 -

    sangat menyenangkan…sayang saya tidak bisa ikut…maaf…

Leave A Response