Riset Daerah Diharapkan Aplikatif

Ditulis 08 Jul 2010 - 20:45 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Enam  kelompok yang resmi menjadi nominasi pemenang dalam Riset Unggulan Daerah (RUD) Kabupaten Banjarnegara tahun 2010, hari ini (8/7) melakukan paparan proposal di Aula Bappeda Kabupaten Banjarnegara. Proposal yang dipresentasikan telah lulus uji verifikasi dan penilaian oleh Tim Penilai dari Banjarnegara dan Universitas Diponegoro sejak tanggal 10 Mei-12 Juni 2010.

Sebelumnya ada 44 proposal yang terdaftar dari 39 peserta. Selanjutnya dari keenam proposal yang terpilih akan dipersempit lagi menjadi 3 judul terbaik yang risetnya akan dibiayai dan selanjutnya diharapkan dapat diaplikasikan di Banjarnegara. Pengumumannya akan dilakukan lewat website banjarnegarakab.go.id paling lambat besok pagi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bappeda melalui Kepala Bidang Ekonomi dan Penanaman Modal, Teguh Handoko, S.Sos saat memberikan laporannya dalam pembukaan acara tersebut.

“Keenam judul proposal yang akan dipaparkan diantaranya: Pengembangan Produk dan Paket Wisata Alternatif di Dataran Tinggi Dieng dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat oleh Singgih Widodo dari Yogyakarta, Pemanfaatan Salak Afkir sebagai Bahan Baku Bioethanol untuk Bahan Bakar Skala Rumah Tangga oleh Sofanurois dari Banjarnegara, Mushroom Nugget Berbasis Potensi Lokal sebagai Produk Olahan Jamur Tiram Putih di Wilayah Kab. Banjarnegara oleh Lukmanul Hakim dari Banjarnegara, Analisis Hubungan antara Pelaku dan Lingkungan Fisik dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Rakit, Kab. Banjarnegara oleh Dwi Budi Prasojo dari Banjarnegara, Pengaruh Pendampingan Gizi terhadap Belanja Makanan dan Perubahan Status Gizi Anak Usia 6-12 bulan pada RT. Penerima Dana Stimulan di Kab.
Banjarnegara oleh Susianto dari Banjarnegara, dan Aplikasi SMS Gateway untuk Informasi Harga Bahan Produksi dan Hasil Pertanian Wilayah Kab. Banjarnegara oleh Mochammad Sofiyan Mardianto dari Yogyakarta”, ungkapnya.

Ditambahkan Teguh, kegiatan ini dimaksudkan untuk melibatkan warga Banjarnegara secara langsung untuk memberikan saran, usul, dan masukan dalam pembangunan daerah, meliputi bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya. “Harapannya proposal yang terpilih nantinya bisa diaplikasikan secara langsung untuk pembangunan dan kemakmuran masyarakat Banjarnegara,” ujarnya.

Terpisah, Dwi Budi Prasojo sebagai salah satu peserta mengungkapkan bahwa proposal yang disusun sudah diupayakan melalui riset yang mendalam, namun karena keterbatasan waktu ada beberapa hal yang belum sempurna.

“Kami belum berkonsultasi dengan peneliti yang benar-benar ahli dan kompeten mengenai permsalahan yang diangkat. Mudah-mudahan jika diberi kesempatan untuk maju kembali, kami akan berkonsultasi lebih lanjut supaya uji validitas, reliabilitasnya, serta analisisnya bisa lebih dalam, sehingga nantinya benar-benar aplikatif untuk diterapkan demi pembangunan Banjarnegara ke depan,” jelasnya. (BNC/Yoi)

Tentang Penulis

Leave A Response