Din Syamsudin : Sangat Berat Pimpin Muhammadiyah

Yogya – Wapres Budiono, Kamis (8/7) pagi menutup Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Sportorium kampus UMY Yogyakarta. Upacara penutupan didahului dengan penyampaian hasil-hasil sidang muktamar, mengenai kondisi organisasi maupun situasi sosial politik, ekonomi, serta keagamaan nasional maupun internasional. Selain, berbagai hiburan berupa tari daerah.

Ketua panitia penutupan muktamar, Haryadi Suyuti yang juga Wakil Walikota Yogyakarta menegaskan, acara penutupan saat ini bukan hanya bersifat tontotan tapi juga tuntunan yang tercermin dari hasil sidang-sidang komisi selama muktamar.

Wapres Boediono beserta isteri dan didampingi beberapa anggota kabinet pun secara cermat mengikuti seluruh rangkaian acara penutupan. Sportorium yang hanya mampu menampung 5.000 orang itu memaksa penggembira untuk rela menyaksikan acara tersebut melalui layar LCD yang dipasang di luar bangunan kombinasi gedung olahraga dan auditorium itu, yang memang sengaja dibangun menyongsong muktamar seabad Muhammadiyah.

Prof Dr Din Syamsuddin yang dipilih kembali menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengaku, merasa lega karena agenda proses pemilihan PP bisa berjalan baik. Semua bersepakat memberikan dukungan amanah kepadanya.
Namun, imbuhnya, mengemban amanah selalu berdimensi ganda. “Ada kebahagiaan, tentu. Tapi, karena amanat kepemimpinan itu anugerah dari Tuhan sekaligus kepercayaan orang banyak, suasana kebatinan saya, amanat ini sangat berat,” ujar Din.

Mengenai program kerja ke depan, Din berjanji, akan sepenuhnya tunduk dan menjalankan amanat berdasar keputusan muktamar. Kebijakan kepemimpinan di PP Muhammadiyah adalah kebijakan kolektif. Jadi, segala keputusan yang ditetapkan forum muktamar menjadi panduan dalam kepemimpinan periode mendatang.”Muhammadiyah ke depan akan tetap menjaga netralitas dan tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun. Kita tidak akan memiliki hubungan dengan partai politik mana pun,” kata Din. (BNC/tgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.