TDL, Industri Rambut Palsu Kurangi Jam Lembur

Purbalingga – Menyusul kebijakan pemerintah yang menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), sejumlah perusahaan yang bergerak dalam produksi rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga mulai melakukan efisiensi penggunaan listrik. Langkah efisieinsi itu dilakukan untuk menekan biaya operasional akibat kenaikan tarif . Langkah efisiensi diantaranya melakukan penghematan dengan menggunakan listrik seperlunya dan mengurangi jam lembur.

Kabupaten Purbalingga merupakan sentra nomor dua dunia setelah Guangzo dalam industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu. Tercatat ada 19 Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Korea dan Jepang dengan jumlah karywan sekitar 36 ribu bekerja pada sektor rambut. Dampak kenaikan TDL membuat was-was para karyawan karena takut terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga Saryono mengatakan, efisiensi tersebut merupakan jalan yang terbaik dalam menyikapi kenaikan TDL. Pasalnya, sejumlah perusahaan baik perusahaan rambut palsu, bulu mata palsu, kayu dan lainnya tidak dapat menaikkan harga jual produksi secara serta merta.

”Para pengusaha tidak dapat meningkatkan harga jual produksi karena sudah terikat kontrak tahunan dengan buyer,” kata Saryono yang juga Direktur PT Tiga Putra Abadi Perkasa, salah satu perusahaan rambut. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.