Ratusan Hektar Sawah Diserang Tikus

Ditulis 06 Jul 2010 - 20:13 oleh Banyumas1

Pengomposan tikusPURBALINGGA  – Setelah reda dari serangan organisme penganggu tanaman (OPT) wereng coklat, saat ini petani di Purbalingga dibikin cemas oleh serangan hama tikus. Tidak tanggung-tanggung, dari18 kecamatan yang ada di wilayah Purbalingga, 13 diantaranya sudah diacak-acak hewan pengerat tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Purbalingga Ir Lili Purwati mengaku sangat kawatir terhadap serangan hama tikus itu. Serangan tikus juga diprediksi sangat memperngaruhi hasil panen mendatang. Hama tikus paling parah menyerang di Kemangkon dan Kalimanah

“Data kami menunjukkan, luas lahan sawah yang sudah diserang hama tikus mencapai 197 hektar. Terdiri dari 172 hektar masuk kategori serangn ringan, empat hektar serangan berat dan yang sudah puso mencapai 21 hektar,” kata  Lily Purwati, Selasa (6/7).

Sebelumnya hama wereng sempat membuat 301 ha sawah di wilayah Padamara nyaris puso. Tapi bisa ditangani dengan pemberantasan secara serempak.
Munculnya OPT wereng maupun tikus, menurut Lily, lebih banyak disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu. Semestinya saat ini sudah mulai musim kemarau, tapi hujan masih sering turun dengan intensitas cukup tinggi.
Terpisah, Kepala Desa Senon kecamatan Kemangkon, Kardiman kepada wartawan menuturkan, di wilayahnya, sawah yang terserang tikus mencapai 20 hektar. Petani di Senon menggunakan sepeda motor dua taks untuk membasmi hama tikus.

Caranya dengan mencampurkan obat balsam kedalam bensin di tanki. Setelah mesin dihidupkan, dari ujung knalpot yang telah disambung dengan selang, asap diarahkan ke lobang-lobang persembunyian tikus.

“Petani menyewa sepeda motor yang telah dimodifikasi tersebut seharga Rp. 50 ribu perhari. Dalam satu hari, dapat mengasapi area sawah seluas 1 hektar,” ujar Kardiman.  (BNC/ost)

Tentang Penulis

Leave A Response