Din Syamsuddin Kembali Pimpin Muhammadiyah

Yogya – Setelah melalui proses penghitungan suara hingga, Selasa (6/7)  pukul 01.00 WIB dini hari, akhirnya terpilih 13 anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2010-2015. Prof Dr Din Syamsuddin dengan 1.915 suara masih berada di urutan paling atas. Artinya, besar kemungkinan nakhoda ormas Islam itu belum akan berubah untuk lima tahun ke depan.

Termasuk Din Syamsuddin, delapan nama yang sebelumnya termasuk 13 anggota PP Muhamamdiyah 2005-2010 juga masih dipilih peserta muktamar. Namun, beberapa nama kondang tersingkir. Begitu pula beberapa nama yang disebut-sebut datang dari kalangan muda, tak mampu meraih suara yang cukup untuk masuk ke dalam 13 besar.

Pemilihan atau pemungutan suara untuk memenentukan 13 anggota PP Muhammadiyah periode lima tahun ke depan itu memang dilakukan Senin (5/7) sore. Tapi, penghitungan suara baru dimulai pukul 19.30 WIB dan baru berakhir Selasa (6/7) dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Dari 2.222 total suara yang masuk, akhirnya hanya 2.186 suara yang dinyatakan sah.

Delapan nama pejabat lama PP Muhammadiyh yang masih dipercaya muktamirin, masing-masing secara berurutan Din Syamsuddin dengan 1.915 suara, Drs H Muhammad Muqaddas Lc MAg (1.650), Prof Drs H Abdul Malik Fadjar MSc (1.562), Drs H Ahmad Dahlan Rais MHum (1.508), Dr H Haedar Nashir MSi (1.482), Prof Dr H Yunahar Ilyas Lc MAg (1.431), Drs HM Goodwill Zubir (931), dan Prof Dr H Bambang Sudibyo (887).
Sedangkan lima nama lama yang terlempar dari pemilihan, masing-masing dr H Sudibyo Markus MBA, Prof Dr H Zamroni, dan Prof Dr H Fasich Apt. Sementara Drs HA Rosyad Sholeh dan HM Muchlas Abror sejak jauh hari memang menyatakan mengundurkan diri dan tak bersedia untuk dipilih kembali.

Dengan masih bercokolnya delapan nama lama, terdapat lima nama pendatang baru dalam PP Muhamammadiyah. Masing-masing Dr Med H Abdul Mu’ti yang berada di urutan tujuh dengan 1.322 suara, Dr H Agung Danarta MAg (8 – 1.034), Prof Dr H Syafiq A Mughni (9 – 952), Dr H Fattah Wibisono MA (10 – 942), dan Drs H Syukriyanto AR MHum (13 – 797).

Nama paling kontroversial, Ketua PP Tapak Suci Mayjen TNI (Purn) H Muchdi PR, harus tersingkir. Meski sebelumnya mantan Kepala Deputi V Bakin itu masuk dalam 39 bursa nama, tapi kemudian ia hanya memperoleh 267b suara dan berada pada urutan ke-34.

Tapi, ia tidak sendirian. Beberapa nama lama maupun tokoh muda yang diharapkan bisa masuk ke dalam jajaran elit Muhammadiyah itu pun harus tersingkir. Sebut saja, Yahya A Muhaimin, AM Fatwa, Abdul Munir Mulkhan, Chairil Anwar, Bahtiar Effendy, Umar Anggara Jenie, serta Amin Abdullah. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.