Tahun 2029 Penduduk Purbalingga Diperkirakan 1.078.532 Jiwa

Ditulis 04 Jul 2010 - 20:57 oleh Banyumas1

Purbalingga – Populasi penduduk di Purbalingga diproyeksikan mencapai 1.078.532 Jiwa pada tahun 2029 mendatang. Perkiraan itu didasarkan pada pola pertambahan penduduk yang mendekati angka konstan, yakni 1 persen setahun, dan berlangsung konstan selama lima tahun terakhir.

Tahun 2009, penduduk Purbalingga 906.573 jiwa. Proyeksinya, pada tahun 2014 akan mencapai 947.658 jiwa. Tahun 2019 meningkat jadi 991.160 jiwa. Dan pada 2029 sudah mencapai 1.086.106 jiwa

“Hingga akhir tahun perencanaan pada 20 tahun mendatang,  penduduk Purbalingga akan bertambah sebanyak 172.129 jiwa,” tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purbalingga, Ir Setiyadi MSi.
Setiyadi yang didampingi Kasubid Prasarana Wilayah Hadi Iswanto,ST memaparkan, hingga 20 tahun mendatang, kecamatan Mrebet diprediksi masih menjadi wilayah paling banyak penduduknya. Tahun 2009, Mrebet berpenduduk 72.511 jiwa. Dan diprediksi meningkat menjadi 94.445 jiwa pada 2029.

Pertambahan jumlah penduduk tersebut, tambah Setiyadi, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya menyediakan kebutuhan ruang secara memadai. Karenanya, pada perencanaan rancangan tata ruang dan wilayah (RTRW) juga dilakukan kajian untuk menghasilkan pola pemanfaatan ruang yang optimal.

Hingga 2007, luas lahan yang sudah digunakan untuk bangunan mencapai 15.248 hektar, setara 19,61 persen dari total luas lahan di Purbalingga. Sedang luas lahan non bangunan 62.516 hektar (80,39 persen. , dengan semakin meningkatnya pertambahan penduduk maka kebutuhan akan lahan semakin besar, sedangkan ketersediaan lahan yang ada semakin terbatas.
Untuk mengantisipasi kemungkinan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian akibat kebutuhan lahan hunian yang meningkat pula, diperlukan kebijakan penataan ruang yang mengatur peruntukan lahan bagi setiap kawasan dengan kriteria dan hukum yang berlaku.

“Jumlah penduduk terus bertambah. Artinya, kebutuhan lahan juga meningkat. Padahal ruang (lahan tanah) tidak mengembang. Jadi diperlukan kebijakan dan strategi terkait daya tampung dan daya dukung ruang,” ujar Setiyadi.  (BNC/ost)

Tentang Penulis

Leave A Response