Pasar Sayur Kutabawa Pasok Kentang dan Cabe ke Industri

STA Kutabawa1Purbalingga – Pasar sayur Sub Terminal Agribisnis (STA) Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Jateng), menjadi pasar asal pasokan kentang dan cabe ke berbagai indusstri terkemuka seperti Indofood. Selain itu, pasar yang berada di perbatasan Purbalingga – Pemalang ini juga memasok kebutuhan sayuran ke Jawa Barat, jakarta, Kuningan, Kota Banjar, Cirebon, Wonosobo, Purwokerto dan Purbalingga.

“Pasar sayur Kutabawa semula merupakan pasar desa dengan luas 3.482 meter persegi. Namun, seiring dengan banyaknya pasokan sayur dan bertambahnya jumlah pedagang, Pemkab Purbalingga memperluas areal pasar hingga menjadi 8.000 meter persegi. Dari luas ini, hampir 80 persen lahan sudah digunakan untuk bangunan kios, los, gudang dan tempat parkir,” kata Kepala Dinas Perdagangan, perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Purbalingga Ir Bambang D Sumarsono, MPA disela-sela peresmian perluasan STA Kutabawa oleh Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, Selasa (29/06).

Bangunan yang diresmikan merupakan pekerjaan proyek tahun 2009 senilai Rp 1 milyar. Dar dana ini dipergunakan untuk membangun fisik kios dan los yang terinci 22 unit kios ukuran 4 x 3 meter, los sebanyak 2 unit ukuran 8 x 24 meter, dan toilet sebanyak 2 unit ukuran 2 x 3 meter.

Dikatakan Bambang, keberadaan pasar STA Kutabawa telah menjadi gantungan hidup ratusan pedagang dan petani. Jumlah pedagang los tercatat 60 orang, pedagang kios 26 orang yang menempati 30 kios. Kemudian kantor koperasi menempati 2 unit kios, dan total kios yang ada 40 buah kios.

“Petani pemasok sayuran ke STA Kutabawa berasal dari daerah Karangreja sebanyak 80 petani pengepul, dari kecamatan Bobotsari 32 petani, dan dari Kabupaten pemalang sebanyak 25 petani. Untuk komoditas yang dijual seperti berbagai macam sayuran seperti kol, cesim, luncang, bawang daun, buncis, petsay, seledri, sawi, kentang, cabe, tomat, wortel, dan komoditas hortikultura lainnya,” kata Bambang.

Bupati Triyono Budi Sasongko saat meresmikan perluasan STA Kutabawa mengatakan, Pemkab Purbalingga terus berpacu meningkatkan ekonomi kerakyaran termasuk para petani dan pedagang sayuran. Pemkab berkomitmen, hasil pembangunan harus bisa dimanfaatkan secara langsung oleh rakyat. “Meski lokasi pasar sayur Kutabawa berada di bawah kaki Gunung Slamet dan jauh dari pusat kota Purbalingga, namun Pemkab tetap peduli untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” kata Bupati Triyono.

Dalam kesempatan itu, usai meresmikan kios dan los, Bupati Triyono menyerahkan bantuan bibit tanaman untuk penghijauan disekitar areal hutan lindung melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Kawasan Lindung. Bantuan berupa 312.500 batang yang dipergunakan untuk areal seluas 905 hektar. Bantuan diberikan kepada kelompok Ngudi Sayur Desa Kutabawa, dan kelompok Buka Raharja Desa Serang.

“Bantuan bibit tanaman ini sebagai wujud agar petani sayur tidak hanya memanfaatkan lahan untuk budidaya sayuran, namun juga agar petani tetap memperhatikan kelestarian lingkungan melalui rehabilitasi lahan,” kata Bupati Triyono. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.