Sudah Tujuh Orang Tewas, Nelayan Kebumen Terganggu Beton Tripod

Beton Tripod Pantai Pasir Kebumen-seruuKebumen – Nelayan Kebumen mengeluhkan keberadaan beton tripod yang dipasang di pinggiran Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen (Jateng). Para nelayan beralasan, keberadaan beton tripod justru membuat kapalnya pecah karena menghantam beton ketika melakukan pendaratan. Tripod tersebut dipasang oleh pihak Pemprov Jateng sebagai upaya menahan abrasi pantai dan berfungsi memecah ombak. Tripod juga berfungsi sebagai ‘rumah’ baru biota laut.

Ketua Rukun Nelayan Pasir  Kebumen, Yakimin mengungkapkan, sudah ada puluhan kapal nelayan yang pecah akibat menabrak beton tripod ketika akan mendarat di pantai. Musibah terjadi saat musim angin kencang. Tiupan angin kencang membuat nelayan kesulitan mengendalikan laju perahu dan akibatnya tak jarang kemudian menghantam tripod yang berada di pintu masuk pendaratan perahu.

“Kami mencatat sudah ada tujuh nelayan pantai Ayah yang tewas akibat kecelakaan kapal yang menabrak beton tripod.  Kami meminta pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk memindahkan tripod tersebut, atau bahkan membuangnya dari  Pantai Pasir,” ungkap Yakimin.

Menurut Yakimin, tripod beton semula berfungsi sebagai bangunan penahan dan pemecah gelombang di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Pasir. Di kawasan tersebut rencananya akan dibangun pelabuhan pendaratan ikan. Namun, rencana itu tak kunjung direalisasikan. Bahkan sempat dikabarkan pelabuhan akan dibangun di kawasan Logending. “Jika pembangunan pelabuhan tidak berlokasi di Pantai Pasir, sebaiknya tumpukan tripod itu dipindahkan. Jangan dibiarkan berserakan di pantai,” kata Yakimin.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Peperla) Kabupaten Kebumen Ir A Trie Prodjo mengaku sudah mengusulkan kepada Pemprov Jawa Tengah untuk menyingkirkan tumpukan tripod itu dari tepi pantai. “Kami sudah meminta kepada Pemprov Jateng melalui Dinas Perikanan dan kelautan Jateng agar beton tripod diangkat dan dipindahkan,” kata Trie Prodjo. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.