Penanganan Pasca Panen Produk Pertanian di Jateng Masih Buruk

Ditulis 25 Jun 2010 - 05:53 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
93
Dalam Tag
Wakil Mentan Bayu Krisnamuti (tengah) bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo (kanan) mencoba buah pisang.

Wakil Mentan Bayu Krisnamuti (tengah) bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo (kanan) mencoba buah pisang.

Temanggung  – Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti menilai, hasil budidaya pertanian di Jawa Tengah sebenarnya sudah cukup baik. Hanya saja, penanganan produk pasca panen yang masih buruk.. Sehingga produk pertanian tersebut belum mampu menembus pasar luar negeri dan supermarket besar.

“Konsumen sekarang, dalam membeli produk holtikultura selalu dipengaruhi oleh faktor-faktor keinginan, yakni kemasan menarik, bermutu, bergizi, bersih, segar, halal, aman dan sehat apabila dikonsumsi. Jika petani sudah baik cara menanamnya dan mampu menghasilkan produk yang bagus. Kesalahannya terletak pada pasca panen, apakah itu penanganan transportasi, pengepakan dan sebagainya,” kata Bayu Krisnamurti, disela-sela mengunjungi stan Gelar Promosi Agribisnis (GPA) Jawa Tengah IV di Soropadan , Temanggung, Kamis (24/06).

Krisnamurti mencontohkan, kenapa buah-buahan lokal tidak mendominasi supermarket di negara kita sendiri. Kenapa petani tidak bisa menjadi pemasoknya. Ini jelas bukan kesalahan petani, petani sudah bekerja keras membudidayakannya dan yang salah adalah hilirnya. Seperti buah pisang, ketika di pohon masih segar dan bagus bentuknya. Tapi ketika diangkut ditumpuk-tumpuk dan cara meletakkannya sembarangan dijemur matahari, pisang tersebut menurun drastis nilai ekonomisnya.

Jika produk pertanian Jateng ingin lebih maju, lanjut Mentan, disamping memperhatikan faktor-faktor keinginan konsumen, produk holtikultura bisa dipergunakan untuk keperluan lain diluar fungsinya sebagai makanan. Seperti, buah-buahan yang bisa diolah menjadi bio energi, serat untuk plastik atau kertas atau ekstrak minuman dan sebagainya.

“Produk holtikultura juga bisa dikemas sebagai sebuah tujuan ekoturisme. Hal-hal seperti inilah yang menjadi peluang untuk memajukan pertanian di Indonesia. Jateng sudah punya banyak hasil pertanian yang baik, tinggal diarahkan kesana,” katanya. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response