Tim Penilai LSS Tingkat Nasional Kagumi Purbalingga

Tim penilai LSS ingkat nasional disambut tarian Gambyong. (BNC/tgr)
Tim penilai LSS ingkat nasional disambut tarian Gambyong. (BNC/tgr)

PURBALINGGA – Ketua Tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional Drs H Rudi Nurudin Ambari, MA (Kementerian Negara Agama RI) menyatakan kagum dengan kegiatan sekolah sehat yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purbalingga. Tim juga mengaku kagum dengan kegiatan Tim Pembina (TP) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Kabupaten dan kecamatan.

“Meski saya lelah berkeliling sekolah, namun saya puas bisa menyaksikan langsung kegiatan sekolah dan kegiatan UKS. Saya menilai, sekolah ini telah mengembangkan budaya bersih dan sehat bagi semua kalangan baik guru, karyawan, dan siswa di sekolah,” kata Rudi Nurudin Ambari.

Kunjungi Nurudin didampingi anggota tim lainnya, yakni Hj Rohimah Astuti (Kementerian Pendidikan), Aloysia Widiastuti (Kementerian kesehatan), dan dr Wenny Muriati (kementerian kesehatan). Tim diterima oleh Wakil Bupati drs H Heru Sudjatmoko, M.Si, Sekda Drs H subeno, MM, dan para pimpinan SKPD di Purbalinga. Kedatangan tim disambut tarian Gambyong dan thek-thek.

Tim Penilai LSS Tingkat nasional mencermati administrasi di TP UKS Kecamatan. (BNC/tgr)
Tim Penilai LSS Tingkat nasional mencermati administrasi di TP UKS Kecamatan. (BNC/tgr)

Rudi mengatakan, kegiatan UKS di SMA Negeri 1 Purbalingga sudah sangat memenuhi syarat. Semua aspek kegiatan kesehatan juga sudah diterapkan di skeolah. “Saya menilai, sekolah ini (SMAN 1 Purbalingga) lebih unggul dibandingkan dengan sekolah lainnya di Indonesia,” kata Rudi.

Sementara Wenny menambahkan, dengan dinilainya SMAN 1 Purbalingga, berarti dari 26 sekolah yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia, sudah ada 13 provinsi yang dinilai. “Ketika saya menilai langsung sekolah ini, saya menilai tingkat kreatifitas , inovasi anak-anak, sangat bagus” kata Wenny.

Siswi SMAN 1 Purbalingga menunjukkan sejumlah jajanan sehat. (BNC/tgr)
Siswi SMAN 1 Purbalingga menunjukkan sejumlah jajanan sehat. (BNC/tgr)

Sekda Drs H Subeno, MM ketika menerima tim penilai mengatakan, Pemkab Purbalingga tidak pernah bosan untuk mengikuti lomba sekolah sehat di tingkat nasional. Meski hanya memperoleh predikat terbaik kedua ataupun ketiga. “Namun, pada tahun 2010 ini, harapan kami, SMA Negeri 1 Purbalingga dapat menjadi yang terbaik I tingkat nasional,” kata Subeno.

Subeno merinci, sejumlah predikat sekolah sehat diraih Purbalingga sejak tahun 2004. Pada tahun 2004, Purbalingga berhasil menempatkan MI Sambas dan  sebagai Juara II nasional, dan SMAN 1 Kejobong sebagai juara III. Kemudian pada tahun 2005 TK Pembina Purbalingga mendapat juara 2 nasional. Pada tahun 2008 SMAN 1 Rembang meraih juara 2 nasional, dan pada tahun 2009 meraih juara 3 nasional atas nama SDN 1 gandasuli Bobotsari.

“Prestasi juara memang bukan segalanya, bagi kami yang paling penting adalah pesan yang ingin disampaikan dalam LSS yakni menciptakan sekolah sehat, serta mengupayakan penghargaan atas apa yang yang sudah dilaksanakan selama ini sehingga dapat terjaga,” tambah Subeno. (BNC/tgr)

1 Comment

  1. wahh,, sipp siipp sipp… itu yg nampang asik bgd… bikin ngiriii… hehe… dulu pas tk.provinsi ada di koran g sihh??

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.