Komisi IV DPR RI : Persoalan Pupuk akan Segera Teratasi

Ditulis 23 Jun 2010 - 20:42 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
95
Dalam Tag

Magelang – Ketua Komisi IV DPR RI Drs Ahmad Muqowam mengatakan, pendirian pabrik pupuk organik di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Magelang (Jateng) diharapkan dapat memecahkan permasalahan pupuk. “Dengan pendirian pabrik pupuk organik, maka keluhan petani tentang pupuk yang langka, mahal dan barangnya secara bertahap akan teratasi,” kata Akhmad Muqowam.

Ahmad Mukowam (PPP) bersama 20 anggota  Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan, Rabu (23/06) melakukan kunjungan ke PT Pertani (Persero) di Salaman, Kabupaten Magelang. Dalam kunjungan tersebut para wakil rakyat yang didampingi Wabup Magelang HM Zaenal Arifin SH dan Direksi PT Pertani Ir Wahyu MM , untuk melihat langsung proses produksi pupuk organik dan pupuk cair.

Muqowam mengatakan, Komisi IV DPR RI akan mengaplikasi permasalahan yang muncul di setiap daerah, sehingga pihaknya dapat mengetahui secara lebih detil apa yang menjadi pokok permasalahan para petani di Indonesia.

Sementara itu Direksi PT Pertani Ir Wahyu MM mengatakan, pembangunan pupuk organik di Kabupaten Magelang untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Magelang yang cukup besar karena mayoritas petani memerlukan pupuk di setiap saat. “Pabrik di Salaman merupakan pabrik yang ketujuh, selain yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kami membuat pupuk organik dan pupuk cair ramah lingkungan dan telah melalui penelitian Lembaga Litbang Departemen Pertanian dan telah kami uji cobakan di 10 demplot di Kabupaten Magelang dan 380 titik demplot di Jawa Tengah ” katanya.

Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, pada tahun 2009 lalu, Pemkab Magelang telah menyalurkan 1.444 ton bantuan langsung pupuk (BLP) kepada 201 kelompok tani pelaksana Pengelolaan Tehnologi Terpadu (PTT). Tahun 2010 ini, BLP dengan jumlah yang sama diberikan bagi 153 kelompok tani. Sementara luas sawah yang diolah petani di Kabupaten Magelang mencapai 38.000 hektar dan lahan kering 39.000 hektar. Seluas 70 % lahan digunakan untuk sektor pertanian oleh 57 % dari 1,2 juta penduduk. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response