Rebutan trayek, Dishub Banjarnegara pertemukan awak angkutan

Ditulis 27 Jul 2009 - 00:45 oleh Banyumas1

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Banjarnegara mendesak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) segera memfasilitasi pertemuan antarawak angkutan.

Pasalnya, terjadi potensi gesekan kepentingan di lapangan antara awak angkutan pedesaan (angkudes) yang tergabung dalam Paguyuban Pesolipat dengan awak mikrobus yang tergabung dalam PAP.

Persoalan trayek berkaitan dengan urusan perut. Dan masing-masing organisasi punya dasar sendiri yang mereka anggap benar. Jika pertemuan tidak segera dilakukan, kami takutkan kondisi semakin memanas,” kata ketua Organda Banjarnegara, Wahyu Jatmiko.

Menurut Wahyu Jatmiko, jika mengacu pada aturan, kedua belah pihak, baik awak angkudes maupun mikorbus tidak ada yang benar.

Awak mikro yang mengantongi izin trayek Banjarnegara-Punggelan selama puluhan tahun hanya menjalani trayek dari Banjarnegara sampai Wanadadi. Alasan mikrobus tak mau masuk karena kondisi jalan rusak dan penumpang masih sepi.

Karena tidak ada mikrobus yang masuk, akhirnya wilayah jalur Wanadadi- Punggelan dimasuki kendaraan pikap (bak terbuka) dan angkudes. Namun awak ini tidak memiliki izin trayek untuk rute tersebut.

Kondisi ini berlanjut hingga ada kesepakatan pada tanggal 13 Juni 2009. Salah satu isinya memperbolehkan awak mikrobus menjalankan trayek sesuai izin mereka, yaitu Banjarnegara-Wanadadi- Punggelan bersama-sama angkutan yang telah ada.

Namun setelah berjalan sebulan, awak angkudes tersisihkan. “Jika ada pertemuan nanti diharapkan ada kesepakatan yang lebih baik. Agar keduanya bisa tetap berjalan,” katanya.

Menahan diri
Ketua Paguyuban Angkutan Barang (Pangkuba) Banjarnegara selaku induk paguyuban Pesolipat, Gito Prayitno menambahkan, Pesolipat adalah yang babat alas di Punggelan karena sejak tahun 1982-an sudah operasi di jalur Wanadadi- Punggelan. Namun setelah jalan menjadi ramai, tiba-tiba mikrobus beroperasi.

Solusi dikeluarkan izin trayek baru bagi angkudes dinilai merugikan pihaknya.

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal pada Dishubkominfo, Kuntoro Hadi mengatakan, pihak Dishubkominfo dalam waktu dekat bakal menggelar pertemuan kembali kedua organisasi tersebut. Namun sebelum pertemuan dilakukan mereka tetap menjalankan trayek sebagaimana kesepakatan 13 Juni lalu, dan kedua organisasi itu diminta untuk dapat saling menahan diri dan tidak memancing keributan. (wawasandigital.com /ito-Tj)


Tentang Penulis

Leave A Response