200 Siswa SMP Rembang dan Kejobong Ikuti Sosialisasi Anti Narkoba

Antusias - Siswa siswi perwakilan SMP-SMP di Rembang tampak semangat saat diajak Penyuluh TIM SATGAS P4GN dari Dinas Pendidikan untuk menghindari narkoba untuk lebih berprestasi. (BNC)
Antusias - Siswa siswi perwakilan SMP-SMP di Rembang tampak semangat saat diajak Penyuluh TIM SATGAS P4GN dari Dinas Pendidikan untuk menghindari narkoba untuk lebih berprestasi. (BNC)

Purbalingga –  Sebanyak 200 siswa perwakilan SMP-SMP di Kejobong dan Rembang, Senin (14/6) mengikuti Sosialisasi Anti Narkoba yang diprakarsai Badan Narkotik Kabupaten (BNK) Purbalingga. Untuk 100 siswa yang berasal dari Kejobong, kegiatan dipusatkan di SMP N 1 Kejobong. Begitu pula 100 siswa yang berasal dari SMP-SMP di Kecamatan Rembang, kegiatan dipusatkan di SMP N 1 Rembang.

Para siswa tampak antusias meskipun tampak kelelahan mengikuti ceramah dari pagi hingga siang dari para penyuluh yang tergabung dalam Tim Satgas Penyuluhan P4GN (Penyalahgunaan, Pencegahan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba) dan seorang aktivis Anti Narkoba dari Semarang.

Terlebih saat mereka mendengar penuturan langsung dari mantan pecandu narkoba yang masih dalam masa terapi di Panti Rehabilitasi Narkoba milik Kyai Ikhsan di Desa Karangsari Kecamatan Kalimanah.

“Saya mengkonsumsi kecubung yang saya oplos dengan macam-macam minuman keras. Itu sejak saya SMP gara-gara diajak preman, teman main saya dulu. Karena kecanduan berat, saya sering nggak bisa berpikir, pengennya cuma narkoba. Kalau sakaw, maunya ngamuk saja,” ujar mantan pecandu yang menolak disebut namanya, di depan 100 siswa di Aula SMP N 1 Rembang.

Menurut Kyai Ikhsan, saat pemuda asal Purwokerto itu datang kondisinya sangat memprihatinkan. Dia datang diantar keluarganya yang tampaknya sudah sangat putus asa.

“Sampai di tempat saya, anak ini tidak pakai baju, telanjang. Makan, berak, kecing ya disitu. Sudah tidak ingat apa-apa, seperti orang gila. Yang dia ingat cuma narkoba. Saat saya kunjungi rumahnya juga saya sangat prihatin. Rumahnya bolong semua tidak ada kacanya, karena setiap sakaw dia memecahkan kaca,” jelas lelaki bertubuh tambun ini.

Mendengar penuturan mantan pecandu narkoba dan Kyai Ikhsan, para siswa tampak tercengang. Ikhsan mengaku prihatin karena tiap tahun para pecandu yang datang ke tempatnya bukannya berkurang malah bertambah.

“Saya heran, apa yang dicari dari narkoba? Bukannya gagah, malah jadi gila, hilang akal. Karena tiap tahun bukannya berkurang malah terus bertambah. Saya kadang berpikir, kalau saya meninggal, bagaimana anak-anak ini? Apa ada yang dengan sukarela mengurus mereka..?” ujar Ikhsan seraya menitikkan air mata.

Menurut Ikhsan, dalam setahun terakhir ini, sudah ada 40 anak yang masuk ke pantinya dan rata-rata kondisinya sangat menyedihkan. Padahal, dia baru 4 tahun mendirikan pusat rehabilitasi narkoba.

Gencar Kampanye

Dalam Sosialisasi Anti Narkoba ini, para siswa diberi pengertian tentang macam-macam jenis narkoba dan bahayanya. Penyuluh dari Dinas Pendidikan mengantarkan siswa tentang tujuan pendidikan menjadi anak sesuai harapan orang tua, bangsa negara dan agama. Tujuan ini akan gagal jika anak tersebut mengkonsumsi narkoba.

Dari sisi hukum, penyuluh dari Kodim 0702 dan Kantor Kesbangpolinmas juga menyampaikan beragam jeratan hukum seperti hukuman penjara dan denda yang mesti di tanggung bagi pengkonsumsi apalagi pengedar dan produsen. Dari sisi sosial, dipaparkan oleh petugas dari Dinas Sosial efek narkoba bagi kehidupan bermasyarakat.

BNK dan Tim Satgas P4GN ini semakin menggencarkan kegiatan kampanye anti narkoba ini. Meksipun dalam data BNK sampai saat ini baru tercatat sekitar 24 pecandu narkoba, kenyataannya seperti fenomena gunung es, jumlah yang tak tercatat lebih banyak. Jika hal ini tidak segera diambil tindak preventif, maka besar kemungkinan bangsa ini memiliki lost generation.

“Upaya yang kami lakukan terutama ke sekolah-sekolah, karena pelajar usia remaja ini masih menjadi target utama bagi pengdar. Karena mereka masih mencari jati diri dan labil saat menghadapi masalah,” ujar Ketua Pelaksana Harian / Sekretaris BNK Purbalingga Drs. Edi Suyanto.

Selain penyuluhan, BNK dan Tim Satgas P4GN yang didalamnya juga ada dari Kepolisian, akan sering melakukan sidak ke kantor-kantor, sekolah-sekolah dan berbagai tempat untuk merazia Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif (Napza). Selain itu, juga akan dilakukan tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Akan dilakukan secara mendadak karena urin pengkonsumsi narkoba Cuma bisa dicek paling lama 3 x 24 jam. Tapi paling bagus ya sebelum 24 jam,” jelasnya. (BNC/cie)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.