Pendirian BPBD, Pemkab Purbalingga Setengah Hati

Purbalingga – Rencana Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak jelas. Bupati Purbalingga Drs Triyono Budi Sasongko MSi sudah menerbitkan peraturan bupati (Perbup) Nomor 78 Tahun 2009, Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purbalingga. Tapi wacana pendirian badan itu kini semakin meredup. Sejumlah pejabat di lingkungan pemkab Purbalingga mengaku tidak tahu kelanjutan rencana pendirian lembaga tersebut.

“Saya belum tahu perkembangan rencana itu,” tutur Asisten Sekda Bidang Administrasi, Drs Kartono .

Hanya saja, keberadaan BPBD di Purbalingga menurut Kartono belum mendesak. Wilayah Purbalingga bukan termasuk kawasan rawan bencana alam. Sejauh ini, bencana alam yang pernah terjadi di Purbalingga berupa tanah longsor, angin ribut dan banjir.
“Di Purbalingga sudah ada Satlak PB (satuan pelaksana  penanggulangan bencana). Selama ini, satlak PB masih mampu menangani bencana di Purbalingga,” ujar Kartono.

Diakui Kartono, keberadaan BPBD bisa lebih efektif dan terfokus dalam penanganan bencana. Hanya saja, pendirian lembaga baru itu membawa konsekuensi biaya yang tidak sedikit. Dengan lembaga baru, dibutuhkan gedung kantor baru beserta perlengkapannya. Disamping personel.

Pada pasal 18 ayat (2) huruf b Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana disebutkan, badan pada tingkat kabupaten/kota dipimpin oleh seorang pejabat setingkat di bawah bupati/walikota atau setingkat eselon II.a. Artinya, untuk wilayah kabupaten dan kota, BPBD harus dipimpin seorang sekretaris daerah (Sekda).

Sementara pasal 19 ayat (1) UU itu menyebutkan, BPBD terdiri dari unsur pengarah dan pelaksana. Unsur pengarah terdiri dari instansi pemerintah dan masyarakat professional.

“Memang undang-undang itu mengamanatkan pemerintah kabupaten mendirikan BPBD. Sekarang ini, masa kepemimpinan Pak Triyono tinggal satu setengah bulan lagi. BPBD akan didirikan atau tidak, tergantung bupati baru yang menggantikan Pak Triyono,” ujar Kartono. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.