Berusia 137 Tahun, Sanmarta Penduduk Tertua di Banjarnegara

Sanmarta (kiri) bersama salah satu anaknya yang juga sudah tua.
Sanmarta (kiri) bersama salah satu anaknya yang juga sudah tua.

Banjarnegara – Sanmarta warga Desa Kedawung Rt 1/2, Kecamatan Susukan tercacat sebagai penduduk tertua di Banjarnegara (Jateng). Dari hasil sensus penduduk 2010 Badan Pusat Statistik (BPS) Banjarnegara mencatat Sanmarta berusia 137 tahun. Sementara usia tertua nomor dua adalah Mawirja asal Desa Rakitan Rt 4/I yang berusi 134 tahun.

Kasie Statistik Sosial pada BPS Banjarnegara, Marlianto Eko Basuki mengatakan, Sanmarta dicatat sebagia penduduk tertua didukung dengan keterangan anak tertua dari istri ke tiga yang saat ini usianya 82 tahun, ditambah dengan cucu tertua yang lahir tahun 1969. Adapun Mawirja tercatat usia 134 dengan data pendukung tahun terakhir jabatan bupati pertama Banjarnegara yakni Diponingrat yang menjabat sejak 1846 hingga 1876.

“’Saat kita crosscek, Mawirja hanya ingat saat dirinya anak-anak, bupati Banjarnegara Diponingrat, padahal, Diponingrat terakhir menjabat tahun 1876, asumsi kami, saat itu dia berusia lebih dari tiga tahun, sehingga bisa dikatakan usia Mawirja saat ini sudah lebih dari 137 tahun,” kata Marlianto, Jum’at (4/6).

Dijelaskan Marlianto, meski proses pencacahan sudah selesai, pihaknya belum bisa mengeluarkan data resmi hasil sensus. Hasil sensus tersebut baru bisa dikeluarkan setelah pidato presiden terkait data penduduk pada Agustus mendatang,
termasuk membuat laporan data penduduk pada bupati Banjarnegara.

“’Proses lapangan sudah selesai, tetapi data resmi belum 100 persen, karena saat ini masih dalam pemeriksaan akhir data lapangan. Kami juga menghimbau pada masyarakat yang belum di sensus untuk segera melapor pada ketua RT setempat,” jelasnya.

Sanmarta, kini kondisinya sudah tidak bisa komunikasi dengan baik. Ia yang kini tinggal bersama anak pertamanya, Boris hanya mau berbicara ketika ditanya saja. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk duduk sambil menghisap rokok lintingan.

“’Pendengaran sudah tidak berfungsi sama sekali,” kata Boris. Namun demikian, ia masih bisa berjalan ke sumur untuk mandi, buang air besar ataupun kencing.

Boris sendiri mengaku tak tahu kalau bapaknya akan diberi umur panjang dan tercatat sebagai penduduk tertua di Banjarnegara. Seingatnya, tak ada pantangan terhadap makanan. ”Seingat saya hingga sekarang, bapak tak pernah terlihat marah ataupun cekcok dengan siapapun, termasuk dengan istrinya. Beliu juga tak pernah menuntut apapun, ada makanan ya dimakan, tidak ada diam saja. Orangnya nrimo (menerima),” katanya. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.