Ponpes Modern Zam Zam Cilongok Tampung 60 Santri Baru

Ditulis 04 Jun 2010 - 21:06 oleh Banyumas1
Santri Ponpes Zam Zam Cilongok saat ikut kegiatan kebersihan lingkungan (foto:mut/BNC)

Santri Ponpes Zam Zam Cilongok saat ikut kegiatan kebersihan lingkungan (foto:mut/BNC)

BANYUMAS-Pondok Pesantren (Ponpes) modern Zam Zam Cilongok  Kabupaten Banyumas Jawa Tengah terus berbenah. Tahun kedua penerimaan santri baru, Ponpes ini akan membatasi pendaftar hanya 60 siswa saja.

“ Kami akan melakukan seleksi ketat, karena khawatir jumlahnya membludak. Berdasar pengalaman kemarin, kami kewalahan,” ujar direktur Ponpes Zam Zam, Drs Agus Miftah, Jumat (04/06).

Ponpes yang berlokasi sangat strategis di pinggir Jalan Raya Desa Pernasidi ini memang kini makin dikenal karena beberapa kegiatan ektrakurikuler dan sejumlah prestasi yang telah diraihnya. Beberapa diantaranya, kegiatan non akademis seperti, Hizbul Watan, sepak bola, bulu tangkis dan olahraga Tapak Suci serta pecinta alam.

Selain ketertarikan terhadap beragam kegiatan itu, banyak orang tua yang ingin mendaftar ke Ponpes ini karena system pengajaran yang modern. Diasuh oleh ustad ustad alumnus pondok modern serta memiliki latar belakang pendidikan di luar negeri.

Ponpes Muhammadiyah yang diresmikan mantan Ketua MPR Amien Rais ini memiliki gedung sendiri berlantai dua, dengan aula, ruang belajar, laboratorium komputer, lab Mipa,perpustakaan, gedung olahraga dan mini market.

Ponpes Zam Zam telah membuka pendaftaran gelombang pertama sejak bulan Mei dan gelombang dua dimulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2010. Sementara waktu tes dilakukan tanggal 1-2 Juli. Pengumuman akan dilakuka pada 2 Juli.

Syarat pendaftaran, menyerahkan foto copy STTB dan UAS masing masing satu lembar. Atau menyerahkan rapor kelas 6. Juga menyertakan akte satu lembar serta pas foto 3×4 5 lembar.

“ Sistem pembelajaran di sini 24 jam, sehingga pembinaan terhadap akhlak, adab dan ibadah keseharian santri dapat maksimal. Juga keterpaduan antara kurikulum pesantren dengan Diknas dalam satu waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM ), mulai pukul 07.00 hinga 14.00,” ujar Ustad Ridwan, salah seorang pengasuh Ponpes tersebut.

Dengan keterpaduan tersebut maka santri mendapatkan dua ilmu tersebut secara seimbang. Tidak berat sebelah. Karena banyak lembaga serupa yang hanya mengedepankan salah satunya saja, sehingga santri kerapkali kurang menguasai ilmu lainnya (BNC/mut)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Sabikhun, Pejogol, RT 06/01 Cilongok, Banyumas Jawa tengah 16/01/2012 pukul 09:55 -

    semoga ponpes zam zam semakin berkembang agar dapat menghasilkan kader-kader bangsa berkualitas

Leave A Response