Satu Keluarga Empat Kakak Beradik Menderita Lumpuh Layu

Ditulis 01 Jun 2010 - 21:14 oleh Banyumas1
Tiga kakak beradik warga Ajibarang yang menderita lumpuh layu (foto:ut/BNC)

Tiga kakak beradik warga Ajibarang yang menderita lumpuh layu (foto:ut/BNC)

BANYUMAS_Empat orang kakak beradik yang merupakan satu keluarga di Banyumas Jawa Tengah menderita kelumpuhan. Satu penderita meninggal dunia karena tidak pernah mendapat perawatan medis. Mereka yang sudah yatim piatu dan tak mampu bekerja itu, kini hidup hanya mengharapkan belas kasihan orang lain.

Suasana rumah tiga wanita kakak beradik yang menderita lumpuh layu selalu sepi. Sebelumnya meraka hidup berempat, namun satu orang belum lama ini meningal dunia karena kondisinya yang sudah parah dan tak pernah mendapat perawatan medis.

Tiga kakak beradik warga desa pandansari Kecamatan Ajibarang Banyumas ini masing masing Eni Ernawati (39),  Mike Kustianti (34) dan Ina Indrawati (26). Mereka sudah mengalami kelumpuhan sekitar sepuluh tahun lalu. Namun penyakit yang diduga sejenis lumpuh layu pertama dialami sulung, kemudian disusul kedua adiknya. Sementara seorang adiknya lagi bernama mirawati meninggal.

“ Saya sudah lelah mengalami seperti ini mas, lagipula kenapa adik adik saya juga seperti itu,” ujar Eni dengan tebata bata dan terlihat sulit bicara.

Kondisi yang terparah kini dialami kakak tertua, Eni Ernawati . Wanita yang ditinggal mati suami dan sudah memiliki satu anak ini bahkan sudah tak mampu berjalan dan hanya bisa duduk. Eni harus digendong ananya jika ingin pindah dari tempat duduknya.

Ionisnya, mereka yang telah ditinggal mati kedua orang tua itu tak bisa bekerja. Karena kondisi seperti itulah, hidup mereka kini hanya menggantungkan dari bantuan orang lain.

Berjalanpun harus dipapah (foto:mut/BNC)

Berjalanpun harus dipapah (foto:mut/BNC)

Menurut Riyadi,aparat desa setempat, selama ini tak ada bantuan apapun dari pemerintah maupun dinas kesehatan. Selain warga sekitar , pihak desa  hanya bisa memberikan bantuan berupa beras dan makanan. Sementara untuk berobat ke dokter, keluarga ini tidak mungkin mampu membiayainya. Pihak desa berharap, ada yang bisa membantu penderitaan keluarga tak mampu tersebut.

“ Mereka orang tdak mampu, jadi emungkinan kalau tidak ada bantuan tida mungkin berobat ke dokter. Dan dibiarkan begitu saja,” ujar Riyadi (BNC/mut).

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. budi 17/05/2012 pukul 00:08 -

    Apakan info ini bisa di konfimasikan kepada pemerintah. Supaya mendapat perhatian yang lebih.

  2. Ari 04/05/2012 pukul 20:45 -

    lantas bgmn perkembangan keluarga ini mas reporter..juga kok fotonya tdk ditampilkan kenapa ? barangkali dg tampilnya foto, bisa mengundang simpati masyarakat Indonesia. trims

Leave A Response