Hanya Rp 500 Juta, Subsidi Bunga 2010 Menyusut

Ditulis 01 Jun 2010 - 18:30 oleh Banyumas1

Salah satu UMKM penerima subsidi bunga. (BNC/tgr)

Salah satu UMKM penerima subsidi bunga. (BNC/tgr)

Purbalingga – Alokasi anggaran untuk program subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Purbalingga menyusut tajam. Pada APBD Purbalingga 2010, dana untuk subsidi bunga hanya Rp 500 juta.

“Pada APBD 2009 kami mengajukan anggaran  Rp 1 miliar dan disetujui. Untuk tahun 2010, kami lagi-lagi mengajukan Rp 1 miliar. Tapi yang disetujui hanya separohnya,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Purbalingga, Ir Mukodam, Selasa (1/6).

Mukodam juga tidak bisa memastikan program subsidi bunga akan dilanjutkan pada tahun 2011, seiring pergantian kepemimpinan bupati Drs Triyono Budi Sasongko MSi yang digantikan oleh Drs Heru Sudjatmoko MSi. Kendati demikian, pihaknya tetap akan mengajukan alokasi anggaran untuk subsidi bunga tersebut. “Minimal sama dengan tahun ini, yakni Rp 500 juta. Sukur bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Melalui program itu, pemkab membantu subsidi bunga kredit perbankan bagi pelaku UMK sebesar 50 persen. Pelaku UMK harus membayar cicilan berikut bunga ke bank penyalur secara penuh lebih dahulu. Bila selama tiga tiga bulan angsuran lancar, subsidi dicairkan melalui rekening penerima subsidi bunga tersebut. Subsidi bunga hanya bisa dinikmati pelaku UMK maksimal 12 bulan angsuran. Masing-masing pelaku UMK hanya berhak mendapat satu kali fasilitas subsidi itu.

Sayangnya, subsidi bunga hanya diberikan hingga bulan Desember setiap tahunnya. Sehingga tidak sedikit pelaku UMK, terutama yang mengajukan kredit pada pertengahan atau akhir tahun hanya bisa menikmati subsidi itu selama beberapa bulan saja.

Melalui Keputusan Bupati Nomor 06 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Subsidi Bunga Kepada Usaha Mikro dan Kecil, pelaku UMK yang mengajukan kredit pada 2009 dan hingga Desember belum menerima subsidi bunga maksimal 12 bulan angsuran, bisa terus disubsidi pada 2010.

Program subsidi bunga dimulai pada tahun 2005. Pemkab Purbalingga mengalokasikan Rp 250 juta melalui APBD. Dana itu disalurkan melalui sejumlah lembaga keuangan. Sedikitnya 50 pelaku UMK mendapat fasilitas subsidi bunga tersebut.
Tahun 2006, APBD kembali mengalokasi subsidi bunga Rp 485.700.000 dan dinikmati 218 UMK. Subsidi bunga terus bertambah hingga pada puncaknya pada 2009 pemkab Purbalingga mengalokasikan Rp 1 miliar yang memfasilitasi 2.752 UMK.

“Kalau pada tahun 2010 alokasi subsidi bunga turun hingga separohnya, mungkin karena keterbatasan anggaran yang tersedia,” ujar Mukodam.  (BNC/tgr-ost)

Tentang Penulis

Leave A Response