Kualitas Jelek, Beras Miskin Dijual Lagi

Ditulis 01 Jun 2010 - 18:17 oleh Banyumas1
Warga miskin tengah mengantre beras. Kualitas beras untuk warga miskin (Raskin) semakin jelek, hingga banyak yang dijual kembali. (BNC/tgr)

Warga miskin tengah mengantre beras. Kualitas beras untuk warga miskin (Raskin) semakin jelek, hingga banyak yang dijual kembali. (BNC/tgr)

Purbalingga – Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Purbalingga Ir Zaenal Abidin mengaku tidak sedikit warga yang menjual kembali jatah beras miskin (raskin). Pihaknya sedang berusaha mencari tahu penyebabnya.Dugaan paling mungkin, karena kualitas beras tidak cukup bagus.

“Kami akan bahas soal ini dengan satgas (satuan tugas) raskin di daerah dan perwakilan Bulog,” kata Zaenal di ruang kerjanya, Selasa (1/6).

KKP, lanjut Zaenal, akan merespon dengan cepat setiap pengaduan masyarakat terkait kualitas beras raskin jelek. Beras raskin yang jelek akan segera ditukarkan ke gudang dolog.  “Kami siap melayani masyarakat penerima yang menemukan kualitas raskin yang jelek. Langsung kita tukar dengan yang lebih bagus kualitasnya,” tegasnya sembari mengingatkan, dolog sebagai penyedia stok beras raskin harus bisa membuktikan dan menyajikan kualitas beras yang baik. Dari rasa, aroma dan bentuknya.

Satgas raskin di desa dan kecamatan juga diminta optimal melakukan pengawasan dan mensosialisasikan segala tahapan raskin dengan baik. Tahun ini sudah berjalan cukup bagus. Sehingga tunggakan raskin setiap bulannya semakin berkurang.  “Dari sekitar 200 desa, hanya ada dua atau tiga desa saja yang masih nunggak. Itupun tetap harus melunasi dan membuat surat pernyataan kesanggupan waktu pelunasan tunggakan,” ujarnya.

Zaenal mengaku beras raskin itu merupakan jatah tahun lalu. Tapi bisa dipastikan masih layak konsumsi. Menurutnya sudah menjadi resiko dengan stok tahun sebelumnya, karena raskin memerlukan tahapan dan proses.

Untuk mendukung semangat desa dalam pelunasan, KKP juga memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada pemerintah desa yang melunasi pembayaran raskin lebih awal. Selain itu penghargaan diberikan kepada desa yang menjalankan raskin sesuai aturan yang berlaku dan minim permasalahan.

Dituturkan Zaenal, jatah raskin bulanan setiap rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 13 kilogram. Saat ini sudah muncul wacana menambah jatah beras miskin itu menjadi 15 kilogram mulai Juni. Jumlah seluruh RTS di Purbalingga sebanyak 68.312. Jadi jika ditotal perbulan, alokasi maupun distribusi raskin sebanyak 888,056 ton. Pada Februari lalu, KKP mendistribusikan jatah dua bulan, yakni bulan Januari dan Pebruari. Langkah itu ntuk mengantisipasi melonjaknya harga beras dipasaran. Penyaluran beras raskin pada Pebruari itu berhasil menstabilkan harga di pasar “Juni akan kami distribusikan kembali untuk desa yang sudah melunasi,” klaim Zaenal. (BNC/tgr-ost)

Tentang Penulis

Leave A Response