Imigran Gelap Asal SriLanka Tolak Dipulangkan

Imigran gelap asal Srilangka setiba di Hotel Sanjaya Cilacap (foto:nan/BNC)
Imigran gelap asal Sri Lanka setiba di Hotel Sanjaya Cilacap (foto:nan/BNC)

CILACAP- Imigran gelap asal Sri Lanka yang ditampung di Hotel Sanjaya Cilacap Jawa Tengah menolak dikembalikan ke negaranya. “ Saya sudah putuskan untuk pergi, karena di negara kami tidak aman,” ujar Kaseyegan (40), salah seorang imigran dengan bahasa Inggris yang terbata bata.

Kasayegan (40), imigran gelap asal Sri Lanka, tolak dipulangkan (foto:tia/BNC)
Kasayegan (40), imigran gelap asal Sri Lanka, tolak dipulangkan (foto:tia/BNC)

Menurut Kaseyegan, dia meninggalkan istri dan kakak serta adiknya untuk pergi ke Pulau Kristsmas Australia. Dengan menggunakan kapal Wahid bersama 25 imigran lainnya Kaseyegan kemudian meninggalkan Sri Lanka.

Begitu pula yang diinginkan, Mangpu (20), warga asal Tamil ini mengaku khawatir tinggal di negaranya yang penuh konflik. “ Saya cari kerja sekaligus mencari suaka, “ ujar Mangpu dengan bahasa khas Tamil, Sri Lanka.

Imigran yang tidak memiliki dokumen apapun ini mengaku benar benar telah bertekad bulat meninggalkan Negara penuh kondlik tersebut. Namun ditengah perjalanan, di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat, atau pada posisi 9,30 derajat lintang selatan – 107,5 derajat bujur timur, para imigran gelap ini kehabisan bekal. Mereka kemudian meminta pertolongan kepada kapal nelayan asal Cilacap

26 imigran yang menggunakan kapal motor wahid itu, tiba di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dengan ditarik sebuah kapal nelayan jenis “longline” asal Cilacap.

Menanggapi penolakan para imigran yang hendak dipulangkan ke negaranya, Kepala Imigrasi Cilacap, Hasan Basri, mengatakan, pihaknya hanya bertugas membawa mereka ke kedutaan di Jakarta. “ Soal mereka menolak terserah, itu urusan mereka. Apa mungkin mereka berani tinggal di Negara kita tanpa dokumen apapun.” ujar Hasan Basri (BNC,nan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.