Gandeng Komite, Purbalingga Siap Menangkan LSS

Ditulis 26 Mei 2010 - 21:43 oleh Banyumas1
Seorang anggota Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat sedang mewawancarai dokter kecil SD Negeri 1 Beji Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga (foto:cie/BNC)

Seorang anggota Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat sedang mewawancarai dokter kecil SD Negeri 1 Beji Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga (foto:cie/BNC)

PURBALINGGA – Sebagai langganan juara nasional, Purbalingga tetap optimis bisa kembali meraih kemenangan dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS). Untuk meraihnya, pihak sekolah menggandeng Komite Sekolah untuk bisa memaksimalkan aspek-aspek yang menjadi sasaran penilaian.

Beberapa anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 3 Bukateja yang bertempat di Desa Kutawis Kecamatan Bukateja, sedag praktek mengukur tensi darah seorang anggota tim penilai (foto:cie/BNC)

Beberapa anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 3 Bukateja yang bertempat di Desa Kutawis Kecamatan Bukateja, sedag praktek mengukur tensi darah seorang anggota tim penilai (foto:cie/BNC)

”Kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah, jelas akan berat sekali. Sekolah sendiri pasti juga tak akan mampu. Disinilah peran komite sangat penting. Dari pengalaman sebelumnya, semua sekolah yang memenangkan LSS, pasti hubungannya sangat baik dengan komite,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Heny Ruslanto saat memantau Penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) di SD Negeri 1 Beji Kecamatan Bojongsari dan SMP Negeri 3 Bukateja, Selasa (25/5).

Selain komite, sekolah-sekolah ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab Purbalingga melalui Tim Pembina UKS yang berasal dari lintas sektoral. Tak hanya itu, kepala puskesmas, kepala desa dan camat juga memiliki andil luar biasa dalam menggerakkan perangkat, staf dan warga masyarakat untuk mendukung terlaksananya segala sesuatu agar sekolah-sekolah ini benar-benar sehat dan pantas menjadi juara.

”Kami juga akan bekerjasama dengan pihak swasta seperti perusahaan so’un, toko-toko besar di sekitar Beji, dan yang terpenting masyarakat sekitar. Bantuan tidak selalu berbentuk uang, tapi juga tenaga dan dukungan moril lainnya,” jelas Kepala Sekolah SD Negeri 1 Beji Sri Hartini, S.Pd.

Lomba ini merupakan tingkat karsidenan dan jurinyapun diambil dari perwakilan masing masing kabupaten.

Ramah Lingkungan

SMP Negeri 3 Bukateja yang terletak di Desa Kutawis sebagai perwakilan Purbalingga dalam LSS Tingkat SMP, tergolong sangat representatif. Meski udara panas, namun begitu memasuki areal SMP yang ramah lingkungan ini langsung terasa sejuk karena banyaknya pohon-pohon rindang yang menyuplai oksigen.

”Kawasan SMP Negeri 3 Bukateja ini selain rindang juga bebas asap rokok dan debu. Selain tanaman obat, biopori dan sumur resapan, tempat sampah basah dan kering, kami juga memiliki sesuatu yang belum dimiliki sekolah lain, yakni kebun sekolah,” ujar Kepala SMP Negeri 3 Bukateja, Bangun Pracoyo, S.Pd.

Kebun sekolah ini, kata dia, selain hasil panennya bisa langsung dinikmati siswa dan para guru, juga memberikan tambahan kas bagi sekolah yang sangat bermanfaat untuk menambah fasilitas UKS, laboratorium dan sarana lainnya.

Sebagai SMP yang ramah lingkungan, semua sampah termanfaatkan dengan maksimal. Sampah kering di daur ulang dan yang basah dibuat kompos. Pupuk kompos ini selain digunakan untuk menyuburkan kebun sekolah, dibeli para guru dan wali murid, juga dibeli oleh masyarakat sekitar sekolah yang rata-rata memang petani. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response