Belum ada Kepastian, Warga Maos Lor Lakukan Pematokan Tanah Desa

Ditulis 26 Mei 2010 - 21:31 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
164
Dalam Tag
Warga lakukan pematokan tanah desa yang jadi sengketa (foto:nis/BNC)

Warga lakukan pematokan tanah desa yang jadi sengketa (foto:nis/BNC)

CILACAP_Meski status tanah desa Maos Lor Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap belum mendapat kepastian hukum, ratusan warga sudah melakukan pematokan. Padahal, tuntutan mereka atas pengembalian tanah desa atau bengkok tersebut baru akan diproses dalam pekan ini.

Warga Maos Lor berdemo tuntut pengembalian tanah desa (foto:nis/BNC)

Warga Maos Lor berdemo tuntut pengembalian tanah desa (foto:nis/BNC)

“ Saya berjanji dalam dua tiga hari ini akan ke Semarang untuk mengusulkan aspirasi anda semua, jadi tolong tunggu hingga prosesnya selesai,” ujar Wakil Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji saat menemui para pendemo.

Konvoi pendemo dengan 17 truk yang mengangkut mereka (foto:nis/BNC)

Konvoi pendemo dengan 17 truk yang mengangkut mereka (foto:nis/BNC)

Rabu (26/05) siang ribuan warga Maos Lor Kecamatan Maos berunjuk rasa menuntut pengembalian tanah bengkok atau tanah kemakmuran. Mereka yang akan menuju kantor bupati Cilacap dihadang aparat keamanan. Ketegangan terjadi saat warga memaksa wakil bupati menemui mereka.

Sekitar 1200 massa ini diangkut dengan menggunakan 15 truk. Namun  baru bergerak beberapa puluah meter aparat meminta mereka mengurungkan niat untuk melakukan aksi demo di kantor bupati.

Pendemo akhirnya tertahan di halaman balai desa Maos Lor. Gagal ke kantor bupati, mereka meminta agar perwakilan pemerintah Kabupaten dalam hal ini wakil bupati menemui mereka.

Ketegangan sempat terjadi saat wakil bupati Cilacap Tato Pamuji yang dijanjikan akan datang tak juga muncul ke kantor desa Maos Lor.

Dalam orasinya pendemo menuntut, tanah kemakmuran yang selama ini dikuasai Balai  Benih Pertanian (BBP) Provinsi Jawa Tengah segera dikembalikan ke desa Maos Lor. “Karena akibat penguasaan yang dilakukan sejak tahun 2006 tersebut , desa dirugikan sekitar 250 juta rupiah,” ujar Kades Maos Lor, Mukti Iryadi yang ikut melakukan orasi.

Wakil bupati yang akhirnya menemui para pendemo, berjanji membawa aspirasi tersebut ke pemerintah provinsi. Meski belum ada keputusan final, massa yang sudah ingin segera menguasai areal persawahan tersebut kemudian melakukan pematokan (BNC/nis) .

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Damar Agung 07/09/2010 pukul 08:42 -

    Sangat disayangkan… kenapa di desa yang seharusnya kehidupannya lebih aman, tentram, dan damai ini harus ada keributan…Padahal kalau kita kaji ulang lagi rakyatlah akan kena batunya (kesengsaraan ada di pihak rakyat) yang menang tetap yang berkuasa. Contohnya Kades Maos Lor, Mukti Iryadi ikut berorasi, ada apa di balik itu ? Bukankah seorang Pemimpin harus dapat mengayomi dan memberikan solusi terbaik untuk rakyatnya ? Saya ingin berbagi pengalaman kepada para sedulur sedesa, waktu itu Kades Maos Lor, Mukti Iryadi berserta jajarannya, dihadiri oleh warga maos lor yang akan membuat sertifikat (lampiran : Keputusan PN Cilacap) sudah berjanji akan membuatkan sertifikat apapun hasil dari pertemuan besok (saran Kades Maos Lor, Mukti Iryadi diadakan pertemuan dengan pihak yang tidak suka dengan pembuatan sertifikat dengan tujuan mencari jalan musyawarah). Singkat cerita; Kades Maos Lor, Mukti Iryadi mengingkari janjinya! Apa itu yang dinamakan pemimpin ? Saya berharap semoga tidak ada Mukti Iryadi, Mukti Iryadi lainnya yang mempunyai watak mumpung jadi pejabat! Semoga Allah SWT membukakan hati orang-orang yang telah menzolimi keluarga kami, dan ditunjukkan jalan kebenaran. Amin…

  2. Inyonk 06/07/2010 pukul 17:01 -

    Siiplah..maju terus Maos Lor…

  3. Agung Lindu Nagara 29/05/2010 pukul 15:41 -

    Semoga bisa segera selesai kasusnya tanpa ada satu pihak-pun yang dirugikan, amin.

Leave A Response