Jumlah Pendonor Darah di Purbalingga Masih Di Bawah Target

PURBALINGGA – Meskipun kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor darah relatif meningkat, kenyataannya belum bisa memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Purbalingga. Dari kebutuhan 700 kantong darah setiap bulannya, baru bisa terkumpul 400 kantong darah. Itupun karena keaktifan para petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Purbalingga.

“Sebenarnya yang kitaharapkan itu pendonor darah lestari, maksudnya sekali donor darah seterusnya rutin donor darah. Dengan begitu, target pemenuhan kebutuhan akan darah lebih mudah, karena kita tinggal mencari tambahan mereka yang berdonor darah secara incidental,” ujar Sulistiawinarsih, salah seorang petugas P2D2S UTD PMI Purbalingga, kemarin.

Sulis mengatakan, sampai saat ini UTD PMI Purbalingga mencatat ada sekitar 16.000-an orang yang tercatat pernah mendonorkan darahnya di Purbalingga. Namun, yang rutin melakukan donor darah setiap bulannya hanya sekitar 60-an orang. Untuk bisa mengumpulkan hingga 400-an kantong darah, petugas P2D2S harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah, unit-unit kerja lingkungan Pemkab Purbalingga, kantorTNI/ Polri, dan perusahaan-perusahaan yang ada di Purbalingga.

Menurut Sulis, ada banyak faktor yang mempengaruhi minimnya pendonor darah, antara lain kurangnya sosialisasi baik tentang urgensi donor darah maupun pelaksanaan donor darah diberbagai tempat, jauh dari pusat pelayanan, hingga adanya rasa takut terhadap jarum.

”Ada banyak orang yang sudah semangat datang jauh-jauh kesini, begitu mau diambil darahnya takut. Padahal dia memenuhi syarat baik Hb maupun tensi darah,” jelasnya.

Untuk meningkatkan sosialisasi, pihak UTD PMI Purbalingga seringkali melakukannya pada setiap kegiatan kerjasama di berbagai tempat. Namun, atas keterbatasan jumlah petugas, sudah seharusnya berbagai pihak dengan sukarela mengkampanyekan pentingnya donor darah bagi kehidupan orang lain.

Harus Sehat dan Lebih Sehat

Semangat saja, ternyata tidak cukup untuk donor darah. Banyak juga orang yang dengan semangat menggebu, ternyata tidak memenuhi syarat untuk bisa berdonor darah. Kendalanya terletak pada Hb dan tensi darah.

”Kalau tensi darah relatif banyak yang memenuhi syarat. Nah, di Hb inilah banyak yang tidak memenuhi syarat, biasanya di bawah 12,” ujarnya.

Untuk bisa memenuhi persyaratan Hb dan Tensi darah standar, pola makan, istirahat dan olahraga memang harus terjaga. Bagi mereka yang belum pernah donor darah, usia maksimal untuk bisa donor darah antara 40 hingga 45 tahun. Sementara untuk mereka yang pernah donor darah, bisa terus mendonorkan darahnya hingga usia 65 tahun.

”Karena orang yang rutin donor darah, tentunya lebih sehat daripada yang tidak pernah donor darah sama sekali. Bukan hanya karena persyaratan Hb dan Tensi yang menuntut pola hidup sehat, atau memperlancar aliran darah, tapi juga lebih cepat diketahui jika mengidap penyakit-penyakit seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Siphilys dan HIV/AIDS. Sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” pungkasnya (BNC/est).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.