Maemunah : Silahkan Lihat Alat Kelamin Saya

Ditulis 23 Mei 2010 - 14:43 oleh Banyumas1

GUSAR itulah yang melanda perasaan Maemunah (15) warga Desa Tambaksari KidulKecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Betapa tidak, sekolah umum dan pondok pesantren menolaknya saat dia mendaftar.

Kini Maemunah harus rela tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP. Dia sekarang hanya bisa mengisi hari hari dengan memelihara bebek di belakang rumahnya.

” Mbak saya ini  sungguh benar laki laki, kalau ndak percaya lihat nih alat kelamin saya,” ujar Maemunah sambil membuka celananya.  Mutia Nissa, reporter banyumasnews.com yang tengah mewawancarai buru buru meminta Maemunah membatalkan niat tersebut.

Maemunah berceritera, selama di sekolah dasar selama enam tahun, dia memang berpenampilan perempuan.Bahkan selalu memakai kerudung saat sekolah. Itu terjadi, karena selain dia tidak tahu status kelamin  yang disandangnya juga karena  permintaan orang tuanya.

Namun usai lulus SD dan ikut pergi ke luar Jawa ikut saudaranya. Maemunah merasa ada keganjilan pada dirinya.” Saya lalu pulang ke sini (DesaTambaksari-red) sudah menjadi lakilaki. Maemunahpun berubah nama menjadi Mei Purnomo. Alat kelaminnya tumbuh dan menyerupai penis laki laki.

Namun semua itu ternyata menimbulkan masalah baru, pihak sekolah menolaknya karena statusnya tidak sesuai dengan ijazah dan raport yang dimilikinya. Pihak desa yang diminta mengupayakan akte kelahiran berjenis kelamin laki laki juga tak bisa membantunya.

” Kami tak bisa seperti itu, harus menunggu hasil DNA dan putusan pengadilan,” ujar Kades Tambaksari Kidul Joko Suryanto .Kades ini hanya bisa menyarankan keluarga Maemunah alias Mei Purnomo segera membawa Maemunah ke RS Karyadi Semarang untuk cek DNA.Setelah tu baru mengajukan ke pengadilan.

” Tapi kayaknya sulit itu bisa terwujud,karena keluarganya orang tak mampu. Karena itulah kita butuh pihak pihak yang bisa membantu Maemunah,”tambah Joko.

Maemunah kini hanya bisa pasrah dan menunggu sesuatu yang tak tentu. Maemunah termenung,wajahnya murung : Demi bisa masuk sekolah,haruskan saya berpura pura menjadi perempuan selamnya? (BNC/mut)

Memunah menunjuka ijazah SD saat masih menjadi perempuan (foto:mut/BNC)

Memunah menunjuka ijazah SD saat masih menjadi perempuan (foto:mut/BNC)

Foto pada ijazah SD, benar benar seperti perempuan (foto:mut/BNC)

Foto pada ijazah SD, benar benar seperti perempuan (foto:mut/BNC)

Maemunah alias Mei Purnomo bersama bebek peliharaanya (foto:mut/BNC)

Maemunah alias Mei Purnomo bersama bebek peliharaanya (foto:mut/BNC)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. santo 26/05/2010 pukul 18:23 -

    trenyuh baca tulisannya mba mutia….apalagi kisanya mae….atau mei ini…
    kenapa ga sekalian lihat kelaminnnya maemunah mba?kan sekalian jadi GA PENASARAN….hehehe

Leave A Response