GKJ Purbalingga Peringati Pentakosta dan Persembahan Unduh-unduh

PURBALINGGA

Gunungan hasil bumi sebagai ucapan syukur pada perayaan Pentakosta dan persembahan unduh-unduh (foto:tgr/BNC)

Gunungan hasil bumi sebagai ucapan syukur pada perayaan Pentakosta dan persembahan unduh-unduh (foto:tgr/BNC)

– Lebih dari seribu jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga, Minggu (23/05/2010) menggelar perayaan Pentakosta atau pencurahan Roh Kudus. Dalam kebaktian perayaan yang dipimpin pendeta Slamet Waluyo, S.Si,juga dilakukan pengumpulan persembahan Unduh-unduh dari para warga jemaat.
Prosesi kebaktian diawali dengan bunyi lonceng tiga kali dan iring-iringan majelis gereja beserta petugas kebaktian. Hal yang cukup unik, setelah iringan-iringan majelis gereja, sejumlah petugas gereja yang berpakaian Jawa, memikul gunungan hasil budidaya pertanian. Gubungan berbagai macam sayuran dan buahbuahan itu sebagai pertanda persembahan dan ucapan syukur dari warga jemaat atas hasil budidaya pertanian yang melimpah. Sementara para jemaat lainnya, memberikan persembahan berupa natura atau uang tunai yang dikemas dalam amplop.

Pembagian bingkisan buah-buahan kepada warga jemaat (foto:tgr/BNC)

Pembagian bingkisan buah-buahan kepada warga jemaat (foto:tgr/BNC)

Puji-pujian warga diawali dengan menyanyi dari Kidung jemaat 233 berjudul Roh Kudus Turunlah. Setelah ajakan beribadah dan votum salam oleh pendeta, dilanjutkanmenyannyi puji-pujian kembali. Beberapa pujian yang dinyanyikan yakni  Kidung Jemaat (KJ) 64 ‘Bila Kulihat Bintang Gemerlapan’, KJ 26 ‘Mampirlah Dengar Doaku’, dan KJ 363 ‘Bagi Yesus Kuserahkan’ yang dipujikan setelah penyampaian beritaanugerah.
PendetaSlamet Waluyo menyampaikan berita anugerah yang diambilkan dari II tesalonika 2 : 13 – 17. “Akan tetapi kamu harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan., sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam
kebenaran yang kamu percaya,” kata Slamet Waluyo membacakan isi berita anugerah tersebut.
Dalam kotbahnya berjudul ‘Roh Kudus Memampukan Kita untuk Bersaksi’, pendeta Slamet Waluyo mendasarinya dari pembacaan
alkitab Yohanes 14 : 18 – 17, 25 – 27.  Menurut Slamet, peringatan hari raya Pentakosta sering dipahami sebagai hari pencurahan Roh Kudus. Selain itu, Pentakosta sering juga diartikan sebagai hari pengucapan syukur atas hasil panen sebagai bukti pemeliharaan Allah di dalam hidup.
Pencurahan Roh pada hari Pentakosta, lanjut Slamet, memampukan jemaat untuk menyebarluaskan berita Injil Kristus kepada setiap orang. Firman yang  menyaksikan tentang Kristus adalah firman yang hadir di tengah-tengah realitas kehidupan umat manusia.
“Karena itu firman dari sang Kristus adalah firman yang kontekstual. Firman Kristus tersebut bukanlah firman yang asing bagi para pendengar atau firman yang jauh dari kenyataan pergumulan umat percaya. Itu sebabnya pada hari Pentakosta, Roh Kudus memberi kemampuan kepada seua jemaat untuk bersaksi menyampaikan firman
kepada semua orang,” kata Slamet Waluyo.
Usai kebaktian diadakan acara tambahan berupa pengukuhan dan pelantikan majelis baru dan pelantikan komisi seni budaya, serta panitia hari besar Kristen GKJ Purbalingga. Setelah mengikuti rangkaian kebaktian, para jemaat mendapat bingkisan berupa hasil
pertanian berupa buah-buahan. Berbagai macam buah seperti jeruk, pisang, salak,dan bengkoang, yang dikemas dalam kantong kecil dibagikan secara cuma-cuma kepada para jemaat dan para abang becak yang mangkal di depan gedung geraja.
(tgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.