Almira Ayu, wakil Cilacap pada lomba bercerita tingkat provinsi

Ditulis 22 Mei 2010 - 17:06 oleh Banyumas1

CILACAP – Almira Ayu siswa SD IT BIAS Cilacap, berhasil memukau dewan juri lomba bercerita tingkat Kabupaten Cilacap untuk anak-anak SD dan dinyatakan sebagai juara pertama dalam lomba tersebut. Ia pun berhak mewakili Kabupaten Cilacap pada lomba bercerita tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang menurut rencana akan diselenggarakan pada 4 dan 5 Juni mendatang.

Dalam acara lomba yang digelar Selasa (18/05) di ruang Jalabumi Pemkab Cilacap itu, keluar sebagai pemenang kedua Gratiya Pusparaisa dari SD Pius Cilacap. Dan Tempat ketiga diraih oleh Bela Pardian Nuraliyah dari SD Kebonmanis 01 Cilacap Utara. Di posisi harapan I, II dan III, masing-masing diraih Ahmad Nur Rois dari SD Ciklapa 01 Kedungreja, Atiah Paula dari SD Kesugihan 01 dan Mara Affifah dari SD Karangjati 01 Sampang.

Menurut penyelenggara, Betty Kusdiati,SE, lomba bercerita tingkat Kabupaten Cilacap di peruntukan bagi anak-anak Sekolah Dasar khususnya kelas IV dan V. Lomba diikuti 24 peserta utusan dari kecamatan se-Kabupaten Cilacap, dengan materi lomba diambil dari buku pahlawan, seperti Bung Karno, Dewi Sartika, Kapiten Patimura, Teungku Cik Ditiro, Ki Hajar Dewantoro, dan Maria Walanda Maramis.

Diklat Sastra dan Teater

Mengomentari lomba bercerita atau monolog siswa SD se Kabupaten Cilacap itu, anggota Dewan Kesenian Cilacap (DKC) Daryono Yamin mengatakan, guru-guru perlu memiliki pengetahuan atau ketrampilan terhadap dunia sastra dan teater sehingga memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengajarkannya kepada para siswanya.

Lebih lanjut aktifis teater ini mengatakan, apabila para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan terhadap dunia sastra dan teater, mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk mengajarkan kepada anak didiknya. “Dari sekian ini kira-kira berapa guru yang paham apa itu monolog, kalau tidak tahu kan repot”, ujarnya.

Untuk itu ia berharap Disdikpora memprogramkan pelatihan sastra dan teater untuk guru-guru.

Margono, Kepala UPT Disdikpora Kec. Bantarsari ketika dimintai pendapatnya atas perlunya diklat sastra dan teater untuk guru-guru mengaku sependapat. “Itu memang bagus sekali dan perlu untuk dilakukan”, katanya.

Ditemui terpisah, budayawan Ahmad Tohari menekankan perlunya sastra diperkenalkan kepada siswa sedini mungkin. Kata Tohari, sastra akan mengajarkan seseorang untuk memiliki kepekaan sosial disamping juga mengajarkan nilai-nilai humanisme. Namun sayangnya hal itu belum begitu dipahami sehingga pengajaran sastra di sekolah masih begitu minim.

“Kita benar-benar ketinggalan jika dibanding dengan negara-negara lain. Seperti Malaysia dan Jepang misalnya”, aku Tohari. Di dua negara itu saja menurutnya daya baca masyarakatnya cukup tinggi. “Makanya kita mesti dorong bagaimana agar siswa-siswa mencintai sastra”, lanjutnya. (BNC/hum/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response