Novel ngapak ‘Geger Wong Ndekep Macan’ dibedah di Unsoed

PURWOKERTO – Novel berbahasa Jawa Ngapak atau Banyumasan berjudul “Geger Wong Ndekep Macan” karya Hari Soemoyo, akan dilaunching pada hari Kamis, 6 Mei 2010 di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, pukul 09.00 sd selesai.

Acara diadakan oleh HMPS Prodi Sastera Indonesia FISIP Unsoed yang sekaligus ditandai dengan ‘bedah buku’ atas novel yang disebut-sebut novel berbahasa Banyumas pertama itu. Sebagai pembedah akan tampil Surya Esa dengan pembanding Sugeng Wiyono.

Novel ‘Geger Wong Ndekep Macan’ karya Hari Widianto Soemoyo, atau yang dikenal juga sebagai Hari Ngapak menurut Bambang Setiawan, Litbang Kompas dalam komentar di cover belakang buku mengatakan novel ini adalah salah satu karya sastra yang mengangkat realita sosial, ekonomi dan politik pedesaan era tahun 1980-an hingga 2000-an.

Dituturkan dalam bahasa ngapak pinggiran yang renyah, dalam bahasa Banyumasan sebagai salah satu entitas bahasa di Jawa. Pengetahuan bahasa pengarang dinilai sangat luas, ditunjukkan dengan istilah dan diksi bahasa Banyumas pinggiran saat ini yang diungkapkan dalam cerita kekinian, namun tetap menggambarkan falsafah hidup pedesaan.

Novel ini bisa menjadi salah satu bahan penelitian tidak hanya sastra, namun juga penelitian tentang sosio-kultural. Selain itu, karya sastra ngapak Banyumasan ini bisa menjadi dokumentasi yang berharga atas bahasa local yang oleh sementara kalangan ‘akan punah ini’. (BNC/puh)

2 Comments

  1. Banyumas nank buku ora mung andon sebatas tempat nggo cerita apa malah tempate sing nggawe cerita. ning wis uga soal bahasane sing dienggo. cengloe pas acara kuwe ya teka. bungah bisa ndeleng buku basa banyumasan ngono

    selamat membumikan ide!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.