Mencuri 2 batang pinus, remaja 17 tahun terancam hukuman 10 tahun

PURWOKERTO – Karena didakwa mencuri dua batang pohon pinus milik Perhutani Banyumas Timur, Wt seorang remaja berusia 17 tahun, warga Desa Panusupan RT 07 RW 07, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terancam hukuman 10 tahun penjara.

Seperti dikutip Antara Senin (03/05), kuasa hukum Wt, Rahardiyan Prasetyo mengatakan klien-nya itu dituduh mencuri dua pohon pinus di petak 17 a hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur yang berada di Desa Panusupan, pada 6 Maret 2010.

Kronologis pencurian yang dituduhkan kepada Wt, dikatakan saat itu Wt diajak keempat rekannya yang sudah dewasa, yakni Supardi, Carkim, Wasum, dan Wanto mengambil kayu di hutan, sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka berhasil menebang dua pohon pinus dan selanjutnya dipotong-potong menjadi 11 bagian.

Keesokan harinya ketika hendak mengambil kayu tersebut, Wt dan Supardi berhasil ditangkap petugas dari Perhutani, sedangkan tiga orang lainnya berhasil melarikan diri. “Wt dituduh mencuri kayu hingga akhirnya harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto,” kata Rahardyan..

Kasus ini sudah disidang pertama kali pada Rabu (28/4), dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ninik Rahma mendakwa Wt melanggar Pasal 50 ayat 3 huruf e juncto Pasal 78 ayat 5 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Terkait hal itu, dia mengatakan pihaknya mengharapkan dalam sidang lanjutan pada Rabu (5/05), Majelis Hakim PN Purwokerto Harto Pangsono yang menyidangkan perkara ini dapat memberi keringanan hukuman bagi Wt.

Dikatakan Rahardyan lagi, kliennya yang masih di bawah umur ini belum pernah dihukum dan telah mengakui perbuatannya. “Selain itu, dia juga berasal dari keluarga tak mampu sehingga saya mendampinginya secara prodeo (bebas dari biaya-red),” katanya. (BNC/ist/Ant)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.