Masyarakat Purbalingga Relatif Konsumtif

Ditulis 03 Mei 2010 - 19:21 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Komposisi kredit yang disalurkan melalui bank-bank se-Kabupaten Purbalingga menunjukkan betapa masyarakat Purbalingga tergolong masyarakat konsumtif. Idealnya, penyaluran kredit melalui bank dimanfaatkan masyarakat untuk modal kerja/ usaha.

“Sebanyak 53% penyaluran kredit melalui bank-bank di Purbalingga untuk kepentingan konsumsi. Untuk modal kerja 43% dan untuk investasi hanya 4%. Ini menunjukkan masyarakat Purbalingga lebih banyak memanfaatkan kredit dari bank untuk kebutuhan konsumtifnya daripada yang produktif,” jelas Dudi Herawadi, Direktur Bank Indonesia Purwokerto di depan para kepala unit kerja se-Kabupaten Purbalingga, dalam Rapat Evaluasi Pembangunan Purbalingga Tahun 2009 di Bappeda, Senin (3/5).

Dudi menambahkan, dibandingan kabupaten lain di Karesidenan Banyumas, Purbalingga termasuk kabupaten terkecil dari aspek perputaran uang. Hal ini dapat dilihat dari penyaluran kredit, aset perbankan dan dana pihak ketiga.

Sementara itu, Dr. Pramono Hariadi , MS dari UNSOED mengatakan berdasarkan tipologi Klassen, Purbalingga termasuk daerah yang berkembang cepat di Karesidenan Banyumas. Selain Purbalingga, di Barlingmascakeb, Kabupaten Banyumas dan Kebumen juga masuk kategori ini.

“Ini berarti PDRB (Produk Domestik Regional Bruto-red) per kapita Purbalingga sudah maksimal atau sulit untuk bertambah lagi, namun Laju Pertumbuhan Ekonominya besar,” jelasnya.

Hasil evaluasi ini, kata dia, bisa menjadi pegangan dalam menjalankan pembangunan ke depan. Salah satu solusi menjawab permasalahan ini, menurut Pramono di Purbalingga harus ada pengendalian jumlah penduduk.

”Jadi, untuk meningkatkan PDRB, laju pertumbuhan penduduknya harus dikendalikan. Karena peningkatan pendapatan di Purbalingga sudah sangat maksimal,” imbuhnya. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response