Polisi sita ratusan liter ciu di desa Wlahar

PURWOKERTO – Mengantisipasi jatuhnya korban sia-sia akibat menenggak miruman keras (miras) oplosan sebagaimana terjadi di Salatiga dan Pati, satuan narkoba polres Banyumas Selasa (27/04) menyita ratusan liter ciu dan minuman keras (miras) oplosan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, dan desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas.

Miras disita dari pengrajin dan pedagang setempat dimana desa Wlahar memang dikenal sebagai desa pengrajin ciu, dan biasanya diperdagangkan kepada umum.

Kasat Narkoba AKP R Sihombing mengatakan ratusan liter ciu disita dari dua pengrajin ciu di desa Wlahar yang memang menjadi incaran aparat, yaitu Tar (60) dan Ras (40). Polisi menyita 180 liter ciu dari keduanya.

Sementara itu polisi juga menyita ratusan liter ciu yang sedianya akan dioplos menjadi miras oplosan dari Mah (54) warga desa Pesantren, kecamatan Tambak. Miras oplosan ini rencananya akan diperdagangkan keluar desa Wlahar.

Desa Wlahar dikenal sebagai penghasil ciu, yang sempat diwacanakan menjadi sentra ‘legal’ dengan arahan untuk produksi alcohol yang digunakan untuk kepentingan medis dan lainnya, bukan untuk dikonsumsi sebagai miras. Namun menimbulkan pro kontra di masyarakat. (BNC/ist)

2 Comments

  1. aduh kasihan rakyat biasa yg tak punya backing, KALAU MAU NANGKAP PABRIK miras YG BESAR AJA… jangan home industriiii…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.