22 pasutri bersaing adopsi bayi yang ditinggal di RSUD Kebumen

Ditulis 25 Apr 2010 - 08:43 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Bersaing dalam seleksi melamar pekerjaan atau mendapatkan order hal biasa, namun kalau bersaing mendapatkan bayi untuk diadopsi tergolong langka, wala bisa disebut positif karena menunjukkan kepedulian tinggi.

Ini benar-benar terjadi di Kebumen, dimana paling tidak ada 22 pasangan suami istri (pasutri) yang menyatakan keinginan mengadopsi bayi terlantar perempuan yang ditinggal begitu saja oleh orangtuanya di Poliklinik Bedah RSUD Kebumen, awal bulan April lalu.

Sebagaimana ditulis BanyumasNews.com pada 06 April 2010, di RSUD Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (06/04) pagi ditemukan bayi perempuan di dalam kamar Poliklinik Bedah dengan susu botol tergeletak di samping sang jabang bayi. Nah bayi inilah yang diinginkan oleh 22 pasutri itu.

“Mereka yang ingin mengadopsi berasal dari Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Purworejo, Yogyakarta, dan Bandung. Bahkan ada yang dari Jakarta,” ungkap Kepala Bangsal Persalinan Risiko Tinggi (Peristi) RSUD Kebumen, Hj Gaya Erawati AMK, Sabtu (24/04).

Mengantisipasi agar bayi terawat dengan baik pihak RSUD Kebumen menerapkan persyaratan, diantaranya umur ibu minimal 30 tahun, sedangkan umur bapak maksimal 55 tahun. Secara ekonomi disyaratkan memiliki penghasilan tetap, sehat jasmani dan rohani, lama pernikahan, domisili pasangan suami istri (pasutri) dan jumlah anak yang dipunyai saar ini.

Verifikasi persyaratan akan dilakukn oleh  Disnakertransos Kabupaten Kebumen. Bagi yang lolos verifikasi diberi kesempatan mengasuh anak selama 6 bulan untuk kemudian dievaluasi apakah adposi secara legal bisa diputuskan. (BNC/ist/rin)

Tentang Penulis

Leave A Response