TBS : Ibarat Pesta, Usai Pilkada ‘Cuci Piring’ Bersama

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si (TBS) mengatakan, percikan-percikan kecil dan gesekan antara pendukung selama pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) hendaknya sudah mulai ditinggalkan. Semua pihak harus menahan diri dan saling menghormati.

“Jika diibaratkan sebuah pesta, maka ada gelas kotor, piring kotor, maka harus dibersihkan bersama-sama. Semua kembali bersatu untuk menata hubungan antar kelompok atau hubungan antar pribadi yang sempat merenggang,” kata Bupati Triyono BS.

Bupati mengemukakan hal tersebut dalam acara jumpa pers dengan para wartawan media cetak di sebuah rumah makan di Purbalingga, Kamis (22/4).

Menurut Bupati Triyono, dalam Pemilukada lalu, sejatinya tidak ada yang menang dan yang kalah. Pemilkada hanyalah sebuah sarana untuk membangun pemerintahan baru. Oleh karenanya, semua pihak harus kembali menyatu, kembali melakukan rekonsiliasi untuk membangun pemerintahan kedepan yang tantangannya semakin berat.

“Kepada yang merasa menang, tidaklah perlu meluapkan rasa gembira yang berlebihan. Hasil pemilukada bukanlah akhir dari segala-galanya, tetapi justru awal untuk terus bekerja keras membangun Purbalingga,” pinta Bupati Triyono.

Kepada kelompok yang merasa gagal, Bupati juga mengingatkan, kegagalan itu bukanlah akhir sebuah perjuangan. Yang gagal tetap punya potensi, jadi saya meminta kepada yang menang, mereka tetap diajak untuk memberikan sumbangsihnya membangun Purbalingga.,” kata Bupati Triyono.

Di bagian lain, Bupati Triyono menyatakan, masih banyak tugas yang belum bisa diselesaikan hingga dirinya mengakhiri jabatan sebagai bupati pada 27 Juli 2010 mendatang. Triyono mencontohkan, pencapaian pembangunan bidang pertanian dan industri yang masih perlu terus digali potensinya. Pertanian Purbalingga khususnya dalam tahap off farm masih perlu terus ditingkatkan. Pembenahan kelompok tani juga perlu terus dilakukan. Jangan hanya banyak kelompok tani yang hanya sekedar mengejar fasilitas bantuan pemerintah, tapi setelah itu bubar.

“Selain pertanian, tugas bupati Purbalingga kedepan juga harus terus memantapkan perubahan masyarakat Purbalingga yang sudah cenderung menjadi masyarakat industri. Purbalingga sejak tahun 2004 sudah dikenal sebagai kabupaten pro investasi, oleh karenanya ini menjadi modal untuk terus mengembangkan industri yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan,” kata Bupati Triyono. (BNC/tgr)

Triyono Budi Sasongko
Triyono Budi Sasongko

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.