Korupsi Rp. 2 milyar, Soeprihono divonis 1,5 tahun

Ditulis 22 Apr 2010 - 18:37 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
79
Dalam Tag
Soeprihono

Soeprihono

CILACAP – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Drs. Soeprihono MM, divonis satu tahun enam bulan hukuman penjara ditambah denda sebesar Rp. 50 juta subsider kurungan empat bulan, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam persidangan Kamis (22/04). Pengacara terdakwa, Bambang Sri Wahono dan Guyub Bekti Basuki menyatakan piker-pikir atas vonis tersebut dan akan menentukan sikap seminggu kemudian.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum, Andi Permana Hasyim, yang menuntut hukuman empat tahun penjara dan denda Rp. 50 juta. Atas vonis itu jaksa penuntut umum juga menyatakan piker-pikir untuk banding.

Dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai oleh Subachran, dengan hakim anggota Irfanudin dan Agus Raharjo, terdakwa dinyatakan terbukti melakukan korupsi proyek pengadaan lahan lokasi PLTU 2 Jawa Tengah, di desa Bunton,  Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat 1 Sub a dan b, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Soeprihono diajukan ke meja hijau dengan dakwaan terlibat dalam kasus korupsi pengadaan lahan bakal lokasi PLTU Unit 2 Jawa Tengah. Terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Sekda CIlacap, menjadi ketua panitia pembebasan lahan bakal lokasi PLTU dan bertanggung jawab penuh terhadap kasus dugaan korupsi dengan akibat kerugian negara sebesar Rp 2.002.680.000,- (Dua milyar dua juta enam ratus delapan puluh ribu rupiah).

Kasus korupsi di Cilacap mendapat perhatian luas karena melibatkan pejabat teras di Pemkab Cilacap, termasuk bupati Probo Yulastoro yang sudah divonis 9 tahun penjara. (BNC/ist/gr)

Tentang Penulis

Leave A Response