Panwaslukada: Luar biasa, carut marut pelanggaran Pemilukada Kebumen

Ditulis 20 Apr 2010 - 20:05 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Anggota Panwaslukada Kebumen divisi pengawasan dan humas, Maesaroh MAg mengatakan berdasarkan investigasi Panwaslukada Kebumen yang bekerjasama dengan Panwaslu Kecamatan dan para Petugas Pengawas Lapangan (PPL), disimpulkan betapa luar biasa carut marut pelanggaran Pemilukada Kebumen 2010. Karenanya muncul tekad besar untuk ‘mengawal’ kasus pelanggaran tersebut pada saat berkasnya sudah dilimpahkan kepada polisi dan lembaga peradilan.

Hal itu diungkapkan dalam jumpa pers Selasa (20/04) di Kebumen. Ia mengatakan memiliki hasil pemeriksaan saksi dan ketersediaan barang bukti yang kuat. Karenanya Panwaslukada akan berpegang teguh pada pasal 117 ayat 2 UU 32 Tahun 2004 sebagai dasar hukum bagi penanganan pelanggaran Pemilukada Kebumen 2010.

Dengan prinsip itu, Panwaslukada berseberangan dengan unsur Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kebumen lainnya dan memilih keluar dari Gakumdu. “Kami  berusaha mandiri dalam mengusut kasus pelanggaran yang sudah menumpuk di meja kami,” tegasnya.

Menurutnya, Panwaslukada memiliki target tertentu pengungkapan pelanggaran dalam Pemiluakda Kebumen dan menyatakan tak terpengaruh dengan kegagalan penanganan kasus pelanggaran serupa di daerah lain. Ia termotivasi dengan keberhasilan penanganan kasus politik uang  yang terjadi di Rembang beberapa waktu lalu yang berhasil mempidanakan pelaku.

Temuan yang diungkapkan adalah adanya acara pembekalan saksi di Kecamatan Alian yang justru berisi pengaturan skenario tentang trik-trik pembagian uang kepada calon pemilih. Saat itu, ia bersama  Panwaslucam Alian hadir dalam acara itu, namun tak bisa mengambil tindakan mengingat skenario itu baru sebatas ‘diucapkan’, belum ada bukti tindakan kongkrit apa pun.

Indikasi lain adalah bagi-bagi uang dengan dalih acara silaturahmi, pengajian dan acara-acara lainnya. (BNC/ist/rin)

Tentang Penulis

Leave A Response