Grebeg gethuk, tandai puncak perayaan hari jadi kota Magelang

Ditulis 20 Apr 2010 - 02:20 oleh Banyumas1

MAGELANG – Grebeg  gethuk telah menjadi tradisi dalam rangkaian puncak  acara peringatan Hari Jadi Kota Magelang, termasuk peringatan hari jadinya yang ke 1104,  hari Minggu lalu (11/04). Acara ini boleh dikatakan sangat meriah. Ditandai dengan banyaknya peserta upacara dan penonton  yang ikut meramaikan acara tersebut.

Pada gelar upacara yang dipusatkan di Aloon-aloon Kota Magelang, disiapkan lima buah gunungan gethuk yang mempunyai ketinggian sekitar 2 meter. Menariknya, ada satu gunungan gethuk yang paling mencolok, tingginya sekitar 2,5 meter. Masyarakat yang memenuhi pusat kota tersebut langsung menyerbu ke lima gunungan yang memang disiapkan diperebutkan oleh masyarakat.

Dalam acara yang semua prosesinya menggunakan bahasa jawa tersebut,  Walikota Magelang H. Fahriyanto berperan sebagai Raja Mataram Kuno, para punggawanya adalah Ketua  DPRD dan pejabat teras pemkot.

Serangkaian acara digelar menyambut Hari Jadi Kota Magelang, diantaranya adalah Wayangan Meteseh, Pertandingan dan perlombaan, Festival Kuliner, Festival Show “Batik”, Festival Potensi Pariwisata, Khitanan Massal dan Donor Darah, Magelang Tempo Doeloe serta Festival Sholawat dan Seni di  RSJ (Rumah Sakit Jiwa) dr. Soerojo.

Pada prosesi budaya tersebut juga menampilkan Sendratari Dyah Balitung, yang dimainkan 100 pemain asal Magelang. Sendratari Dyah Balitung sendiri menceritakan bagaimana asal mula terbentuknya Kota Magelang. Walikota H Fahriyanto mengatakan, sendratari Dyah balitung adalah salah satu upaya Pemkot dalam rangka melestarikan tradisi yang adiluhung, agar masyarakat mengetahui sejarah Kota Magelang. (BNC/git)

Grebek gethuk: gunungan gethuk jadi rebutan (Foto: Anggit)

Grebek gethuk: gunungan gethuk jadi rebutan (Foto: Anggit)

Tentang Penulis

Leave A Response