Pemilukada Purbalingga : Politik uang bukan hanya isu

Ditulis 18 Apr 2010 - 17:22 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Bukan hanya guyuran hujan yang meinimpa Purbalingga dinihari tadi hingga pagi. Tapi juga ‘guyuran uang’ alias money politic. Tim adivolasi pasangan calon (paslon) Heru-Kento menemukan bagi-bagi uang dalam pemilukada Purbalingga bukan hanya isu. Tim dilaporkan menemukan politik uang itu salah satunya di Desa Kalimanah Wetan, Purbalingga.

Temuan tersebut akan segera dilaporkan ke Panwaslu. “Kami tengah mengumpulkan bukti-bukti, dan pada Minggu (18/04) siang akan segera kami laporkan ke Panwaslu,” kata Sugeng SH, ketua Tim Advokasi Heru-Kento, Minggu (18/04).

Pemilukada Purbalingga kali ini juga memunculkan ironi tersendiri. Ternyata tiga calon bupati dan wakil bupati tidak memiliki hak pilih untuk memilih dirinya sendiri, dengan demikian mereka kehilangan minimal ‘satu suara’ dari dirinya sendiri.

Mereka adalah paslon Singgih – Setyaningrum yang keduanya tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Purbalingga, dan keduanya masih berpenduduk DKI Jakarta. Kemudian Muhamad Wijaya, calon wakil bupati dari Bambang Budi Surjono, yang masih berpenduduk Cilacap.

Partisipasi tetap tinggi
Sementara itu, sekalipun sejak dinihari hingga skeitar jam 09.00 Purbalingga dan sekitarnya diguyur hujan dan sempat menimbulkan kekhawatiran tingkat partisipasi yang rendah, namun rakyat Purbalingga yang memiliki hak pilih tetapo berduyun=duyun ke TPS di daerah mereka. Ketua KPU Purbalingga Heri Sulistyono bahkan mengklaim tingkat partisipasi dapat menyamai pilkada sebelumnya yaitu sebesar 72 % tingkat partisipasi.

Pemilukada Purbalingga diikuti oleh sebanyak 689.384 pemilih yang tersebar di 2.731 TPS.(BNC/ist/git)

Tentang Penulis

Leave A Response